Prabowo Menelepon Luhut Panjaitan yang Lagi di Washington DC

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menjadi keynote speaker dalam acara #2030NOW Social Good Summit 2017 di Plaza Indonesia, 4 Oktober 2017. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menjadi keynote speaker dalam acara #2030NOW Social Good Summit 2017 di Plaza Indonesia, 4 Oktober 2017. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, WASHINGTON DC-  Di tengah mengikuti acara pertemuan musim semi (Spring Meeting) Internasional Monetary Fund (IMF)-World Bank (WB) di Washington DC, Amerika Serikat, Luhut Binsar Panjaitan menerima telepon penting. Menteri Koordinator Bidang Maritim itu menyebut telepon yang diterimanya adalah dari Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra.

    Tempo menyaksikan saat Luhut menerima telepon dari Prabowo itu pada  Rabu 18 April 2018 sekitar pukul 07.30 waktu Washington DC , Amerika Serikat. Tempo berada di Lobi Hotel Trump International, pusat kota Washington DC saat peristiwa itu terjadi. Tak jauh dari Luhut saat menerima telepon. Luhut menginap di hotel itu bersama Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

    Simak: Pohon Harta Menteri Luhut dan Kongsinya dengan Jokowi

    "Dinihari tadi saya juga ditelepon tapi sedang istirahat," kata Luhut menjelaskan telepon dari Prabowo yang baru diterimanya kepada Tempo. Saat menerima telepon itu Luhut tampak bicara santai, sesekali ia terbahak. Terdengar ucapan Luhut saat memanggil Prabowo yang ada di ujung telepon dengan "Wok".

    Baca juga: Sekjen PDIP Sebut Diplomasi Jokowi di Pertemuan Luhut dan Prabowo

    "Kami kan berkawan. Hubungan dengan Pak Jokowi bagus kok, ngapain mesti ribut," kata Luhut menirukan ucapan Prabowo. Luhut menolak menceritakan pembicarannya dengan Prabowo. 

    Luhut menceritakan hubungannya dengan Prabowo dan bagaimana berkomunikasi. Selain bertemu, seperti yang diberitakan selama ini, Luhut mengaku sering menelepon atau ditelepon Prabowo. Bahkan, Luhut menceritakan, dalam pertemuan terakhir bersepakat menjaga situasi politik dengan tidak mempolitisasi isu agama.

    Simak kembali: Gatot Nurmantyo dan Prabowo Pernah Ditolak Masuk Amerika Serikat

    Luhut menyebut, pembicaraan mereka terhenti karena dirinya dan Rudiantara bersiap menuju pertemuan US-ASEAN Business Council. "Pembicaraan jadinya saya hentikan, kalau nggak bisa lebih lama ha ha ha...," ujar Luhut.

    Sebelumnya dikabarkan Luhut bertemu dengan Prabowo di sebuah hotel di Jakarta. "Saya memang ketemu dengan Pak Prabowo, bisa setiap minggu sekali. Kalau dia mau ketemu, ya, saya temui saja," kata Luhut kepada Tempo, Selasa pagi 17 April 2018.

    Pertemuan Luhut dan Prabowo ini mengundang banyak spekulasi politik terutama terkait dengan Pemilu 2019. Setidaknya dua kali mereka bertemu yang diketahui media. Pertama pada Jumat, 6 April 2018 atau lima hari sebelum Gerindra mendeklarasikan mengusung Prabowo dalam Pilpres 2019.

    Baca juga: Presiden PKS: Kepada Luhut, Prabowo Menolak Jadi Cawapres Jokowi

    Pertemuan kedua berlangsung Senin, 16 April 2018 di Resto Sumire, Hotel Grand Hyatt, Jakarta.

    Luhut dikenal sebagai orang kepercayaan Presiden Joko Widodo dalam urusan komunikasi dengan tokoh-tokoh politik. Sementara Prabowo adalah Ketua Umum Partai Gerindra, yang pada Pilpres 2014 menjadi rivalnya. Spekulasi beredar, pertemuan salah satunya membahas deal politik, termasuk kemungkinan Jokowi merangkul Prabowo.

    Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan sudah lama mendengar adanya rencana Jokowi merangkul Prabowo. "Pak Prabowo sudah menegaskan di depan utusan Pak Jokowi dalam hal ini Pak Luhut (Binsar Pandjaitan) yang selalu meminta itu, beliau menyampaikan kepada saya bahwa itu tidak mungkin," kata Sohibul usai acara senam dan jalan santai PKS di Balai Kota DKI Jakarta, Ahad, 15 April 2018.

    WAHYU MURYADI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.