Tim Alam Maya dan Telik Sandi Cegah Kecurangan Rekrutmen Polri

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Polisi Indonesia. Getty Images

    Ilustrasi Polisi Indonesia. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia Inspektur Jenderal Arief Sulistyanto menerangkan terobosan yang dilakukan pihaknya agar seleksi Polri 2018 bersih dari kecurangan. Terobosan tersebut antara lain dengan membuat tim pendukung seleksi, yaitu Laskar Alam Maya, Laskar Citra Kreasi, dan Brigadi Telik Sandi.

    "Terobosan ini untuk menjaring calon berkualitas dan melawan rumor masuk polisi harus bayar," kata Arief saat ditemui di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 18 April 2018.

    Seperti diketahui, sejak Maret 2018 hingga sekarang Polri sedang mengadakan seleksi anggota baru. Arief mengatakan jumlah pendaftar pada pada Maret lalu sebanyak 158.759 orang, dengan jumlah terbanyak di Bintara Polisi Tugas Umum sebanyak 127.059 dan yang tersedikit ada di Bintara Musik sebanyak 307 orang.

    Baca juga: Sebanyak 414 Perwira Polri Menganggur, Komisaris Besar Terbanyak

    Dari ribuan pendaftar itu, Polri hanya akan menerima sebanyak 8.950 untuk empat bidang, yakni Taruna Akpol sebanyak 250 orang, Bintara Kompetensi Khusus 500 orang, Bintara Tugas Umum 7.900 orang, dan Tamtama Polri 300 orang.

    Ketiga tim pendukung Polri itu, kata Arief, memiliki tugas dan fungsinya masing-masing. Seperti misalnya Alam Maya memiliki fungsi kampanye cyber, melawan rumor, dan komunikasi media. "Kalau ada peserta yang menemukan kecurangan dan lapor di kanal kami, akan ditindaklanjuti tim ini," kata dia.

    Sedangkan untuk Laskar Cinta Kreasi, tim Polri ini memiliki tugas membuat video, film pendek, jingle lagu, dan karikatur. Untuk Brigade Telik Sandi, tim ini memiliki tanggung jawab terhadap posko informasi yang tersebar di seluruh Indonesia, pengumpulan data dan informasi, serta mengolah dan menyajikan analisis perkembangan proses seleksi penerimaan.

    Baca juga: Mabes Polri: Rekrutmen Anggota Polda Jabar Kembali ke Pola Lama

    Selain membentuk tim itu, Polri juga meminta para peserta, orangtua, pengawas, dan panitia bersumpah melaksanakan seleksi tanpa kecurangan dan penyimpangan. Jika ada peserta yang kedapatan membawa surat rekomendasi, nama peserta itu akan diumumkan di depan peserta lainnya.

    "Ini kami lakukan agar bisa memilih calon yang benar-benar memiliki kemampuan," kata Arief.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.