Mengenal Teknologi Informasi dan Komunikasi dari Laboratorium Komputer Mini

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Satu Indonesia Award 2018. Tayang 2 Mei 2018. Dewis Akbar.

    Satu Indonesia Award 2018. Tayang 2 Mei 2018. Dewis Akbar.

    Seorang tenaga pengajar dan pembimbing dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bernama Dewis Akbar berusaha mematahkan semua anggapan sulit, mahal, maupun eksklusif tentang bidang ini. Menurut pemuda asal Garut, Jawa Barat ini, alih-alih mengajarkan teori tentang komputer kepada anak-anak, mereka lebih perlu diajari sesuatu yang lebih luas supaya dapat mengikuti perkembangan zaman dan perubahan teknologi yang cepat. Praktik langsung mengenai TIK bukanlah sesuatu yang sulit dan mahal, segala sesuatunya mungkin untuk dilakukan. Dewis pun menerapkan prinsip yang selalu ia yakini, “It’s not about what you know, but what you do.”

    Akhirnya, pria lulusan jurusan Ilmu Komputer Institut Teknologi Bandung ini pun bersama salah seorang temannya yang bernama Budi Arifin mendirikan sebuah laboratorium komputer mini di sekolah tempatnya mengajar. Dalam ruangan berukuran sekitar 6x6 meter tersebut, Dewis berbagi serta menginspirasi para murid Sekolah Dasar binaannya dengan pengetahuan TIK. Ia tak hanya mengajarkan ilmu tentang komputer pada anak-anak tersebut, namun juga praktik langsung tentang pemrogaman dan pembuatan aplikasi. Salah satu hasil karya anak-anak di Lab. Komputer ini adalah “Saron Simulator”, sebuah aplikasi alat musik gamelan di komputer.

    Dewis menyebut kegiatan ini sebagai pelatihan Penggunaan Lab Komputer Mini. Dengan bermodalkan sebuah alat semacam Central Processing Unit (CPU) dalam komputer berukuran kartu kredit, yang bisa dipadukan dengan papan tik dan tetikus, ia memacu anak-anak binaannya untuk semakin menyukai dunia TIK. Ia menamakan piranti keras tersebut dengan nama Raspberry P.i. atau Raspi.

    Pemikirannya tentang pengenalan dunia TIK sejak usia dini ini membawa Dewis menjadi salah satu penerima Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2016 untuk kategori teknologi. Setelah menerima apresiasi ini, Dewis pun telah menambah 11 unit monitor, 10 unit komputer dan perlengkapan lainnya. Bahkan, ia juga berkeliling ke sekolah-sekolah di Garut untuk memberikan pelatihan tentang dunia TIK.

    Untuk mengetahui lebih lanjut kiprah Dewis Akbar serta program SATU Indonesia Awards 2018, silakan kunjungi website www.satu-indonesia.com .

    BAYU SATITO / TIM INFO TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.