DPR Minta Facebook Buktikan Kerja Sama dengan Cambridge Analytica

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Facebook

    Logo Facebook

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Informasi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Sukamta, mempertanyakan klaim Facebook yang membantah kebocoran data pengguna layanan. Ia pun meminta bukti kerja sama antara Facebook dan sejumlah penyedia aplikasi pihak ketiga yang menggunakan data Facebook.

    "Anda klaim bahwa Cambridge Analytica-lah yang salah, tapi Anda tidak menjelaskan kerja sama Anda seperti apa. Kami menuntut adanya bukti kerja sama semua pihak yang menggunakan data pengguna Facebook," kata Sukamta di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 17 April 2018.

    Baca: Perwakilan Masyarakat Sipil Asia Tenggara Layangkan Surat Terbuka untuk Facebook

    Dalam rapat dengar pendapat umum bersama Komisi Informasi DPR, Facebook mengklaim peneliti Universitas Cambridge, Aleksander Kogan, membagikan data dari aplikasi #thisisyourdigitallife dengan Cambridge Analytica. Pembagian data tersebut dilakukan tanpa persetujuan. Facebook pun memblokir aplikasi Kogan. Facebook juga meminta Kogan dan Cambridge Analytica menyatakan bahwa mereka menghapus data yang didapatkan secara ilegal itu.

    Sukamta menilai bukti itu penting lantaran adanya klaim Cambridge Analytica bahwa tidak ada pencurian data dan pelanggaran regulasi yang dilakukan. "Kalau semua tidak ada yang mengaku bersalah dan kesalahan itu dibebankan pada pengguna, di mana tanggung jawab moralnya?" ujarnya.

    Kepala Kebijakan Publik Facebook untuk Indonesia, Ruben Hattari, mengatakan perjanjian Facebook dengan sejumlah aplikasi pihak ketiga bersifat terbuka. Namun ia tak bisa berkomentar mengenai kerja sama Facebook dengan Cambridge Analytica. "Akan kami suplai segera," ucapnya.

    Baca: DPR Rapat Bersama Facebook untuk Klarifikasi Kebocoran Data

    Vice President of Public Policy untuk Asia Pasifik, Simon Milner, menambahkan, ketentuan kerja sama Facebook dan pengembang aplikasi lain bersifat terbuka. "Kebijakan dan ketentuan ini bisa berubah seperti pada 2014 untuk mencegah seperti yang dilakukan Kogan untuk share data," tuturnya.

    Saat data pengguna bocor, kata Simon, Facebook tidak memiliki hubungan dengan Cambridge Analytica sama sekali. Hubungan yang terbangun adalah antara Kogan dan Cambridge Analytica. "Tidak ada kerja sama, tidak ada nota kesepahaman yang tersusun, dan tidak ada dokumen apa pun yang mengaitkan Facebook dan Cambridge Analytica," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.