Senin, 24 September 2018

Luhut Panjaitan Jelaskan Soal Pertemuannya dengan Prabowo

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan dalam Press Conference Rapat Kerja Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Gedung BPPT, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Januari 2018. (Andita Rahma)

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan dalam Press Conference Rapat Kerja Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Gedung BPPT, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Januari 2018. (Andita Rahma)

    TEMPO.CO, Jakarta - Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan soal pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Luhut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman mengaku sering bertemu dengan Prabowo dan mendiskusikan banyak hal.

    "Saya memang ketemu dengan Pak Prabowo, bisa setiap minggu sekali. Kalau dia mau ketemu, ya, saya temui saja," kata Luhut kepada Tempo, Selasa pagi 17 April 2018. Luhut sedang berada di Bandara Incheon, Korea Selatan ketika bicara dengan Wahyu Muryadi dari Tempo. Ia sedang transit di Bandara Incheon dalam perjalanan ke Washington DC, Amerika Serikat untuk menghadiri pertemuan dengan eksekutif World Bank dan International Monetary Fund (IMF).

    Baca: Presiden PKS: Kepada Luhut, Prabowo Menolak Jadi Cawapres Jokowi

    Pertemuan Luhut dan Prabowo ini mengundang banyak pertanyaan. Setidaknya, dua kali mereka bertemu yang diketahui media, pada Jumat 6 April 2018, atau lima hari sebelum Prabowo mendeklarasikan dirinya maju dalam Pilpres 2019. Pertemuan kedua baru berlangsung kemarin, Senin 16 April 2018 di Resto Sumire, Hotel Grand Hyatt, Jakarta. Luhut dikenal sebagai orang kepercayaan Presiden Jokowi, sementara Prabowo Subianto adalah Ketua Umum Partai Gerindra, yang disebut sebagai bakal calon lawan Jokowi. Spekulasi beredar, pertemuan salah satunya membahas deal politik, termasuk kemungkinan Jokowi merangkul Prabowo.

    Luhut mengaku ada banyak hal yang dia bicarakan dengan Prabowo ketika bertemu. "Termasuk soal lucu-lucu ketika masih muda dulu. Kalau kami tak sepakat atau berseberangan secara politik, bukan berarti berantem," katanya.

    Luhut menuturkan dirinya telah mengenal Prabowo sejak masih berpangkat kapten. "Saya paham dia karena sudah kenal sejak saya berpangkat kapten, dia letnan. Jadi tolong jangan ditafsirkan seolah kami bermusuhan," ujarnya.

    Baca: Tak Dilibatkan di Tim Internal Cawapres Jokowi, Ini Kata Luhut

    Menurut Luhut, mereka bicara soal situasi terakhir, termasuk kesepakatannya untu menjaga urusan nasionalisme. "Untuk national interest, kami sepakat tak boleh berantem." ujarnya. Prabowo, juga bersepakat dengan sejumlah saran yang diberikannya. Detailnya, Luhut menolak menjelaskan.

    Yang jelas, menurut Luhut, Prabowo dan dirinya setuju untuk selalu bicara program dan tidak berkampanye dengan mengutamakan isu agama. "Profesionalisme saja, bicara program" ujarnya. Sebagai negarawan yang nasionalis, Prabowo kata Luhut, akan tetap menjaga kondisi demi kebaikan negeri ini dengan tidak memecah belah persatuan bangsa. "Jangan juga sebarkan fitnah, " begitu Luhut menambahkan.

    WAHYU MURYADI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.