Ahmad Heryawan Disebut Calon Terkuat dari PKS untuk Pilpres

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jabar Ahmad Heryawan meminta Pemkab Sukabumi membuat Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk Geopark Ciletuh. Sebab penataan kawasan geopark  perlu ada landasan hukumnya. Sat di Pantai Palangpang, Sukabumi, Minggu, 15 April 2-2018.

    Gubernur Jabar Ahmad Heryawan meminta Pemkab Sukabumi membuat Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk Geopark Ciletuh. Sebab penataan kawasan geopark perlu ada landasan hukumnya. Sat di Pantai Palangpang, Sukabumi, Minggu, 15 April 2-2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menyebut Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sebagai salah satu kandidat terkuat dalam penjaringan kader untuk menjadi calon wakil presiden dalam pilpres 2019.

    "Kalau Pak Aher, beliau paling kuat ya, karena beliau memang pilihan tertinggi dari proses penjaringan di PKS," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin, 16 April 2018.

    Baca: PKS Ragu Prabowo Maju, Tiket Capres untuk Gatot Nurmantyo?

    Aher adalah satu dari sembilan nama kader PKS yang masuk dalam proses penjaringan untuk menjadi kandidat dalam pilpres 2019. Kader yang terpilih berpotensi diajukan untuk menjadi cawapres. Dalam hal ini, PKS telah mensyaratkan kadernya harus menjadi cawapres jika berkoalisi dengan Partai Gerakan Indonesia Raya untuk mendukung Prabowo Subianto.

    Hidayat mengaku bakal berkomunikasi dengan Partai Gerindra untuk menentukan kader yang dipilih sebagai cawapres. "Itu masih jalan dalam konteks yang sangat dinamis dan semuanya masih dikomunikasikan," ucapnya.

    Baca: PKS Sebut Prabowo Belum Tentu Maju Pilpres 2019

    Selain Aher, nama Anis Matta masuk sebagai salah satu kandidat kuat. Politikus PKS, Nasir Djamil, menyatakan Anis Matta memiliki jaringan dengan elite politik. "Dia (Anis Matta) sudah punya komunikasi yang bagus dengan elite politik," ujarnya.

    Sementara itu, Nasir menilai Ahmad Heryawan memiliki pengalaman birokrasi selama memimpin Jawa Barat. Kedekatannya dengan masyarakat Jawa Barat bisa dimanfaatkan. "Jadi masyarakat punya keterikatan kalau gubernurnya diajak jadi cawapres. Itu menurut saya," tuturnya.

    Baca: Alasan PKS Jakarta Gelar Rangkaian Milad di Balai Kota


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.