Jumat, 20 April 2018

PAN Jelaskan Mengapa Harus Zig Zag Berpolitik

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen PAN Eddy Suparno, Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais melakukan pendaftaran proses verifikasi administrasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta, 13 Oktober 2017. TEMPO/Subekti.

    Sekjen PAN Eddy Suparno, Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais melakukan pendaftaran proses verifikasi administrasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta, 13 Oktober 2017. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menanggapi santai komentar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hendrawan Supratikno yang mengatakan partainya menggunakan politik zig-zag.

    "Namanya politik memang tidak ada yang lurus kan," kata Eddy kepada Tempo, Senin, 16 April 2018.

    Baca: Gerindra: PAN dan PKB Akan Keluar dari Koalisi Jokowi

    Politik, menurut dia, pastilah ada belok dan tikungannya, serta ada naik dan turunnya. Kalau disebut zig-zag, kata dia, itu hal yang wajar.

    Eddy mengatakan PAN masih melancarkan komunikasi politik dengan berbagai pihak. Sebab, masih ada partai yang belum menyatakan dukungannya kepada siapa pun, seperti Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa.

    "Padahal bersama PAN, PKB itu koalisi pemerintahan. Sekarang masih dini menentukan dukungan kepada seseorang," kata dia.

    Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno menyebut PAN selama ini menggunakan politik zig-zag atau karaoke. "Kanan-kiri oke, sejauh kepentingannya terlayani," kata dia saat dihubungi Tempo, Minggu, 15 April 2018.

    Baca: PKB dan PAN Gabung dengan Gerindra? PDIP: Kami Tetap Tenang

    Hendrawan menyampaikan hal itu saat menanggapi pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono yang mengatakan PAN dan PKB akan masuk ke koalisi Gerindra. "Hijau dan biru," ucap Arief memberi kode warna partai pemerintahan yang akan bergabung ke koalisi Gerindra. Karena politik PAN seperti itu, menurut Hendrawan, PDIP tidak boleh terpancing.

    Terkait soal dukungan PAN, Eddy menambahkan, partainya belum mengambil keputusan final. Kristalisasi dukungan itu akan dilakukan dalam forum formal yaitu rapat kerja nasional yang kemungkinan digelar Mei mendatang. "Sekarang kami menghimpun semua agenda yang ada untuk dibahas di rakernas," katanya.


  • PAN
  •  

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Bandara Kertajati Siap Sambut Musim Mudik

    Tahap pertama pembangunan Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, nyaris rampung. Bandara internasional tersebut ditargetkan siap sambut pemudik.