Selasa, 17 Juli 2018

Selain Prabowo, PKS Ternyata Lirik Gatot Nurmantyo untuk Capres

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI, Jendral Gatot Nurmantyo saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di  lapangan silang Monumen Nasiaonal, Jakarta, 1 Desember 2017. Panitia Penyelengaraan Majelis Rasullah mengatakan sekitar 10.000 orang menghadiri hari lahir Nabi Muhammad SAW. Tempo/Ilham Fikri

    Panglima TNI, Jendral Gatot Nurmantyo saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lapangan silang Monumen Nasiaonal, Jakarta, 1 Desember 2017. Panitia Penyelengaraan Majelis Rasullah mengatakan sekitar 10.000 orang menghadiri hari lahir Nabi Muhammad SAW. Tempo/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta -Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ternyata tak hanya menjajaki koalisi dengan Partai Gerindra untuk mengusung Prabowo Subianto. Elit politik PKS membenarkan berkomunikasi dengan mantan Panglima Jenderal (Purn) Tentara Nasional Indonesia Gatot Nurmantyo untuk pemilihan presiden (pilpres) 2019.

    Ketua Dewan Pengurus Pusat PKS Mardani Ali Sera mengatakan komunikasi dengan Gatot berjalan terus sebagaimana juga dilakukan dengan Prabowo. Ia mengakui PKS membutuhkan komunikasi politik dengan berbagai pihak.

    “Sama siapa pun, justru kalau kita tidak bertemu dengan pihak-pihak terkait itu menjadi aneh karena komunikasi politik keniscayaan bagi parpol (partai politik)," kata Mardani kepada wartawan, Senin, 16 April 2018.

    BACA: Survei: Elektabilitas Jokowi Teratas, Prabowo dan Gatot Nurmantyo Menyusul

    Pada bagian lain, Mardani mengaku belum mengetahui secara pasti kapan Majelis Syuro PKS akan mengumumkan calon pendamping Prabowo dalam pilpres 2019 dari sembilan nama kader PKS yang telah beredar.

    Sebelumnya, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menyatakan belum yakin Prabowo akan maju sebagai calon presiden dalam pilpres 2019.

    "Ya, selama itu belum didaftarkan, peluang itu masih tetap ada dan pengalaman selama ini begitu saja," kata Hidayat.

    Menurut dia, keraguan tidak akan majunya Prabowo dalam pilpres nanti bukan hanya datang dari PKS, melainkan pula partai-partai lain.

    "Semua menyadari sebelum didaftarkan ke KPU (Komisi Pemilihan Umum), semuanya masih mungkin berubah dan secara definitif juga Prabowo belum menyatakan dirinya maju sebagai calon presiden,” ujarnya.

    BACA: Gatot Nurmantyo Minta Tim Relawan Lanjutkan Lobi Politik

    Hidayat menuturkan Prabowo hanya mengatakan, kalau diberikan mandat, saya siap, tapi beliau belum mengatakan dirinya siap sebagai calon presiden.

    “Minimal belum ada yang mendaftarkan ke KPU karena KPU juga belum membuka pendaftaran," katanya.

    Terkait dengan adanya dinamika politik dalam pilpres, termasuk pencalonan Gatot Nurmantyo, hal itu merupakan proses lumrah. Soalnya, pilpres 2019 merupakan hajatan terbesar yang harus dipersiapkan dengan matang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prancis Menjadi Juara Piala Dunia 2018, Mengalahkan Kroasia

    Tim Nasional Prancis mengangkat trofi Piala Dunia 2018 setelah menekuk Kroasia dengan skor 4-2 dan menorehkan pelbagai catatan menarik.