Wiranto dan Tjahjo Kumolo Panen Padi di Merauke

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam Jakarta, 30 Oktober, 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam Jakarta, 30 Oktober, 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta-Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto memanen padi di Distrik Semangga, Merauke, Papua. Kunjungan Wiranto ke lokasi tersebut untuk menunjukkan bahwa pemerintah bersungguh-sungguh dalam membangun daerah perbatasan.

    "Apa yang kami canangkan kami laksanakan dengan sungguh-sungguh dengan koordinasi yang baik, dengan penyederhanaan regulasi yang baik, dengan kerjasama yang baik ini menghasilkan sesuatu yang luar biasa," kata Wiranto dalam keterangan tertulis, Senin, 16 April 2018.

    Baca: Wiranto Akan Cek Pembangunan Perbatasan di Merauke

    Wiranto hadir bersama Menteri Dalam Negeri sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNNP) Tjahjo Kumolo. Turut hadir Pelaksana tugas BNPP Widodo S. Pudjianto, Penjabat Gubernur Papua Soedarmo dan Bupati Merauke Frederikus Gebze.

    Menurut Wiranto panen raya di Desa Margamulya itu merupakan sesuatu yang luar biasa. Wiranto melihat para petani mampu mengelola swasembada pangan yang hasilnya bisa mencukupi daerah lain.

    Wiranto menuturkan hasil panen yang lebih baik masih dapat tercapai karena pembangunan masih berjalan. Pembangunan di Merauke masih dalam tahap-tahap awal. Wiranto menuturkan Merauke memiliki total potensi sawah mencapai 1,2 juta hektare.

    Simak: Wiranto: Kebijakan Jokowi-JK Hasil Blusukan dan Silaturahmi Ulama

    "Sekarang sedang melaksanakan pembangunan dan ini yang sekarang panen raya itu di area sawah seluas 80 hektare, sehingga ini sesuatu yang membanggakan, menggembirakan," kata Wiranto.

    Tjahjo Kumolo menambahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat berkomitmen untuk membangun wilayah perbatasan. "Pak Jokowi ingin semua perbatasan dibangun. Pak Jokowi ingin dari ujung Rondo, Natuna, Skouw, seluruh perbatasan bagus dan ada manfaat bagi masyarakat sekitar, " kata Tjahjo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.