Senin, 24 September 2018

KPU Siap Hadapi Pelaporan PKPI ke Polda Metro Jaya

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) A.M. Hendropriyono berpose didepan awak wartawan setelah menerima nomor urut partai peserta pemilu 2019 di kantor KPU RI, Jakarta, 13 April 2018. Penetapan PKPI sebagai peserta pemilu 2019 merupakan tindak lanjut dari putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang mengabulkan gugatan PKPI atas KPU.  TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) A.M. Hendropriyono berpose didepan awak wartawan setelah menerima nomor urut partai peserta pemilu 2019 di kantor KPU RI, Jakarta, 13 April 2018. Penetapan PKPI sebagai peserta pemilu 2019 merupakan tindak lanjut dari putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang mengabulkan gugatan PKPI atas KPU. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setyawan, mengatakan pihaknya siap menghadapi pelaporan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) ke Polda Metro Jaya. Menurut dia, pernyataan komisioner adalah pernyataan yang mewakili lembaganya, bukan pernyataan pribadi.

    "Komisioner KPU menyampaikan bukan sebagai pribadi, tetapi sebagai ketua lembaga melalui mekanisme rapat pleno," kata Wahyu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 16 April 2018.

    Baca: KPU Akan PK Atas Putusan PKPI, AM Hendropriyono: Bukan Urusanku

    PKPI melaporkan dua komisioner KPU ke Polda Metro Jaya pada Senin, 16 April 2018. Mereka adalah Ketua KPU Arief Budiman dan Komisioner KPU Hasyim Asyari. Pelaporan itu dilakukan tak lama setelah Pengadilan Tata Usaha Negara mengabulkan permohonan partai pimpinan AM Hendropriyono itu beberapa hari lalu.

    Sekretaris Jenderal PKPI Imam Anshori Saleh menilai keduanya memberikan pernyataan yang meresahkan setelah menyatakan akan melaporkan hakim PTUN Jakarta ke Komisi Yudisial karena ada dugaan pelanggaran kode etik

    Wahyu meluruskan anggapan tersebut. Menurut dia, keputusan untuk melaporkan hakim PTUN, pemutus perkara PKPI, belum diambil. Ia berpendapat pihaknya baru akan berkoordinasi dengan KY soal kemungkinan langkah hukum yang diambil.

    Baca: PKPI Lolos Pemilu 2019, AM Hendropriyono Mundur dari Ketua Umum

    "Kami baru memutuskan dalam rapat pleno untuk pertimbangkan akan melaporkan hakim atas dugaan pelanggaran kode etik dan perilaku hakim," ujarnya.

    Ia menepis anggapan bahwa pernyataan itu akan mempersulit PKPI dalam Pemilihan Umum 2019. Sebab, kata Wahyu menegaskan, KPU tidak akan melibatkan diri dalam konflik kepentingan. "KPU memberlakukan adil dan setara," ujar dia.

    Secara terpisah, Komisioner KPU, Hasyim Asy'ari, mengatakan siap menghadapi pelaporan yang dilayangkan PKPI. "Akan saya hadapi. Ini risiko jabatan. Saya bertanggung terhadap ucapan dan tindakan saya sebagai anggota KPU," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.