Selasa, 17 Juli 2018

Diperiksa di RSCM, Kaki Abu Bakar Baasyir Masih Bengkak

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terpidana terorisme Abu Bakar Baasyir melakukan cek kesehatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Senin, 16 April 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Terpidana terorisme Abu Bakar Baasyir melakukan cek kesehatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Senin, 16 April 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Terpidana terorisme Abu Bakar Baasyir kembali melakukan pemeriksaan kesehatan, hari ini, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Ia tiba di rumah sakit pada pukul 10.15 WIB.

    "Berobat kaki. Tadi saja jalan turun mobilnya susah. Sama dengan pengecekan lalu, hanya mungkin sekarang pengecekan darah," kata perwakilan kuasa hukum Baasyir, Hasyim, saat ditemui di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo pada Senin, 16 April 2018.

    Baca: Sidang Bom Sarinah, Kurnia: Aman Pengaruhi Abu Bakar Baasyir

    Dua dokter yang akan memeriksa Baasyir adalah dokter umum Kuntjoro Harimurti dan dokter ahli bedah vaskular Dedy Pratama. Menurut Hasyim, Baasyir belakangan ini mengeluh kalau bangun, tidur, dan duduk, terasa kram di bagian kaki. "Seperti tadi mau turun mobil agak nahan dulu sebentar, jalannya juga susah. Bengkaknya sih sudah kurang. Ada semacam pengapuran juga, nyeri," kata Hasyim.

    Abu Bakar Baasyir datang mengenakan pakaian baju gamis dan kopiah putih dengan pengawalan ketat dari anggota Brimob dan Densus 88. Tim dokter RSCM akan mengecek kesehatan Baasyir di lantai 6.

    Baca: Pemeriksaan Kesehatan Abu Bakar Baasyir Dikawal Ketat Polisi

    Baasyir tujuh kali berobat sejak akhir 2017. Terakhir kali ia mendatangi RSCM pada 8 Maret 2018. Pemeriksaan itu berkaitan dengan penyakit chronic venous insufficiency (CVI) bilateral atau kelainan pembuluh darah vena berkelanjutan.

    Abu Bakar Baasyir telah menjalani hukuman hampir tujuh tahun di penjara. Awalnya ia dihukum di Nusakambangan. Namun, karena kondisi kesehatan yang menurun, ia dipindahkan ke Rumah Tahanan Gunung Sindur, Bogor. Laki-laki berusia sekitar 80 tahun itu dipenjara karena terbukti bersalah dalam tindakan terorisme. Ia pun mendapat vonis 15 tahun penjara pada 2011.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prancis Menjadi Juara Piala Dunia 2018, Mengalahkan Kroasia

    Tim Nasional Prancis mengangkat trofi Piala Dunia 2018 setelah menekuk Kroasia dengan skor 4-2 dan menorehkan pelbagai catatan menarik.