Selasa, 17 Juli 2018

Kementerian PPPA Kirim Tim Cek Pernikahan Dini di Bantaeng

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise saat mengunjungi rumah Daeng Te'ne (keluarga korban) di kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, 11 Mei 2016. Kunjungan ini terkait kasus pembunuhan yang dilakukan seorang ayah kandung, Jamaluddin (34) terhadap anak kandungnya, MA(5) pada Kamis (05/05). TEMPO/Sakti Karuru

    Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise saat mengunjungi rumah Daeng Te'ne (keluarga korban) di kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, 11 Mei 2016. Kunjungan ini terkait kasus pembunuhan yang dilakukan seorang ayah kandung, Jamaluddin (34) terhadap anak kandungnya, MA(5) pada Kamis (05/05). TEMPO/Sakti Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise mengatakan kementeriannya segera mengirim tim untuk mengecek dua pelajar SMP yang akan melakukan pernikahan dini di Bantaeng, Sulawesi Selatan.

    "Akan ada tim untuk berusaha ke sana, bagaimana caranya untuk mencegah ini, karena undang-undang ini masih berlaku (Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974), jadi membutuhkan pendekatan-pendekatan khusus dengan keluarga," kata Yohana di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin, 16 April 2018.

    Baca: Anak Zaman Now Suka Menikah Muda, Simak Kata Ahli

    Yohana mengatakan kementerian berfokus pada pencegahan dengan melakukan sosialisasi dan edukasi soal perlindungan anak keluarga di Indonesia. Ia menyadari kasus pernikahan di bawah umur sudah terjadi di banyak tempat.

    "Tim kami sudah banyak yang masuk," ujarnya. Yohana menegaskan tidak akan membiarkan anak-anak melakukan pernikahan dini.

    Dua pelajar yang masih duduk di bangku SMP di Bantaeng, Sulawesi Selatan akan menikah dan sempat viral di media sosial. Sebab, usia calon pengantin pria berusia 15 tahun 10 bulan dan wanita berusia 14 tahun 9 bulan.

    Baca: Serius Mau Menikah Muda? Simak dulu 4 Tantangan Ini

    Keduanya telah mendaftarkan perkawinannya itu ke Kantor Urusan Agama, Kecamatan Bantaeng dan mengikuti Bimbingan Perkawinan. Sempat ditolak, dua pelajar itu mangajukan permohonan dispensasi ke Pengadilan Agama Bantaeng.

    Yohana pun membuka ruang untuk merevisi kembali Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 tahun 1974. "Kami sudah bekerjasama dengan semua organisasi masyarakat LSM, NGO untuk secepatnya merevisi undang-undang perkawinan anak," ujarnya.

    Ketua DPR Bambang Soesatyo menilai perlu kajian untuk mengambil sikap terkait pernikahan anak usia dini. "Kita kembalikan pada ajaran agama, adat, dan hukum positif," ujarnya. Ia juga mengimbau perlunya pendidikan orang tua terhadap anak-anak untuk menghadapi kemungkinan pernikahan dini ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prancis Menjadi Juara Piala Dunia 2018, Mengalahkan Kroasia

    Tim Nasional Prancis mengangkat trofi Piala Dunia 2018 setelah menekuk Kroasia dengan skor 4-2 dan menorehkan pelbagai catatan menarik.