Minggu, 22 April 2018

PSI: Tidak Produktif Jika Prabowo Cawapres Jokowi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) memberi keterangan pada wartawan saat menghadiri acara Rapat Kerja Nasional Bidang Advokasi dan Hukum DPP Gerindra di Jakarta, 5 April 2018.  Prabowo akan memberikan arahan dan pidato politiknya kepada seluruh kader Partai Gerindra. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) memberi keterangan pada wartawan saat menghadiri acara Rapat Kerja Nasional Bidang Advokasi dan Hukum DPP Gerindra di Jakarta, 5 April 2018. Prabowo akan memberikan arahan dan pidato politiknya kepada seluruh kader Partai Gerindra. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Bogor- Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie memperkirakan jika Jokowi-Prabowo berduet pada pemilihan presiden 2019 akan membuat kedua belah pihak tidak produktif karena kubu Jokowi dan kubu Prabowo sangatlah berbeda. "Pendukung Pak Prabowo yakin yang terbaik itu adalah Pak Prabowo dan kepemimpinan ala Pak Jokowi ini tidak oke," ujar kata Grace saat ditemui di Sentul, Bogor, Ahad, 15 April 2018.

    Jika tiba-tiba merapat, kata Grace, para pendukung Prabowo bisa merasa terkhianati. "Itu terlalu aneh."

    Baca: Prabowo Cawapres Jokowi? Gerindra: Framing ...

    Grace memperkirakan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto bakal ditinggal pendukungnya jika memutuskan menjadi calon wakil presiden Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden 2019. Bila benar ada rencana seperti itu, kata Grace, Prabowo menjilat ludah sendiri. "Sebelumnya mengkritik, tapi lalu merapat."

    Kalau akhirnya Jokowi menggaet lawannya dalam Pilpres 2014 itu sebagai cawapres, pendukung Jokowi bakal makin solid. "Kami bersama Pak Jokowi."

    Baca: Presiden PKS: Kepada Luhut, Prabowo Menolak ...

    Grace mengakui dalam pemilihan kepala daerah ada beberapa daerah yang partainya berkoalisi dengan Gerindra. Namun, menurut dia, koalisi itu bukan karena partai melainkan faktor calon kepala daerah.

    Sebelumnya, Ketua Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy di Semarang mengungkapkan kisah di balik rencana Jokowi menggandeng Prabowo sebagai calon presiden. Menurut Romi, sapaan akrabnya, Jokowi mengatakan alasannya ingin menjadikan Prabowo sebagai calon wakil presiden adalah untuk mencegah perpecahan dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Baca: Tak Dilibatkan di Tim Internal Cawapres Jokowi ...

    Dalam kesempatan itu, kata Romi, ada utusan Prabowo yang menemui Jokowi untuk membicarakan rencana koalisi. Namun, rencana belum terlaksana karena menurut Jokowi, baru Romi yang setuju dengan rencananya, sedangkan partai koalisi lain belum setuju.

    Saat berpidato dalam Hari Lahir (Harlah) PPP ke-45 Jokowi mengakui intens berkomunikasi dengan Romi mengenai calon wakil presiden. Menurut Jokowi, ia bertemu dengan Romi hampir setiap hari. “Diskusi masalah partai, diskusi masalah cawapres," ujar Jokowi di Semarang, Sabtu, 14 April 2018.

    Menurut Jokowi, jika Romi sering membocorkan masalah cawapres kepada media, “Yang bertanggung jawab Pak Romi."


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Kartini, Shahnaz Haque Berpesan Wanita Harus Seperti Kucing

    Inilah petuah selebritas Shahnaz Haque, atlet bulu tangkis Greysia Polii, dan peneliti laser Maria Margaretha Suliyanti untuk Hari Kartini 2018.