Jumat, 20 April 2018

Muhaimin Iskandar: Posisi Jokowi sebagai Capres Aman Kalau Join

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar menunjukkan kaus #Ganti Wakil Presiden 2019 saat meluncurkan Posko Join di Kantor DPC PKB Lumajang, 15 April 2018. TEMPO/David Priyasidharta

    Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar menunjukkan kaus #Ganti Wakil Presiden 2019 saat meluncurkan Posko Join di Kantor DPC PKB Lumajang, 15 April 2018. TEMPO/David Priyasidharta

    TEMPO.CO, Lumajang - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengklaim posisi Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden masih belum aman. "Kalau Jo (Jokowi) saja, kok rasanya belum aman. Tetapi kalau Jo digabung dengan In (Muhaimin), Insyaallah masuk dan aman," kata Muhaimin saat meluncurkan Posko Join (Jokowi-Muhaimin) di PKB Kabupaten Lumajang, Ahad, 15 April 2018.

    Menurut Muhaimin dengan adanya Posko Join, masyarakat akan tergerak untuk memenangkan pasangan Jokowi-Muhaimin dalam pemilihan umum.  Muhaimin juga mengatakan bahwa Posko Join akan menjadi pusat  kaum muda berekspresi dan menyampaikan aspirasi. "Dan menjadi tempat kongko yang aspiratif, cerdas serta inovatif," ujarnya.

    Baca: Jika Tak Dipilih Jokowi, Muhaimin Iskandar: Patah Hati

    Muhaimin berujar ada dua hal yang bisa dilakukan supaya posisinya benar-benar aman. "Yang pertama, nanti kalau ada survei, Join atau Muhaimin Iskandar sendiri, maka Join di Jember dan Lumajang, kalau kita kerja dengam baik, survei akan tidak terbendung elektoralnya. Makanya sangat bergantung dari kinerja kita," ujar Muhaimin.

    Ketua PKB Lumajang Ahmad Anang Syaifudin menuturkan Muhaimin sudah mengkonsolidasikan semua kekuatan sosial mulai dari petani, nelayan, santri, pondok pesantren. "Hampir semua kekuatan sosial sudah dikonsolidasikan. Cak Imin juga sudah direstui banyak kiai dan diharapkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama untuk benar-benar bisa menjadi cawapresnya Pak Jokowi," kata Anang.

    Simak: Muhaimin Iskandar Minta Jadi Cawapres Jokowi, Hasto: Biasa Saja

    Jika Jokowi  tidak mengakomodir Muhaimin sebagai cawapres, kata dia, artinya malapetaka bagi Jokowi dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sebab, ucap Anang, ada banyak kelompok yang menginginkan PDIP  tidak lagi menjadi partai pemenang pemilu. 

    Untuk mengantisipasi hal itu, kata dia, Muhaimin dipandang mampu mengkonsolidasikan beberapa kekuatan sosial yang ada. Apalagi, kata Anang, PKB menjadi partai pemenang di Jawa Timur. "Jawa Timur akan menjadi kunci, siapapun yang akan bergandengan dengan Cak Imin, pasti akan memenangkan pilpres 2019," ujar Anang.

    DAVID PRIYASIDHARTA

    Lihat juga video webseries: Sarjana Komputer Ini Penemu Trend Bisnis Kopi di Indonesia

     


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Bandara Kertajati Siap Sambut Musim Mudik

    Tahap pertama pembangunan Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, nyaris rampung. Bandara internasional tersebut ditargetkan siap sambut pemudik.