Presiden PKS Sebut Secara Fatsun Pernyataan Amien Rais Tak Perlu

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden PKS Sohibul Iman mendatangi Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan kedua, Senin, 9 April 2018. TEMPO/Andita Rahma

    Presiden PKS Sohibul Iman mendatangi Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan kedua, Senin, 9 April 2018. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman mengatakan sebutan yang dilontarkan Politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais soal partai Allah dan partai setan, tidak perlu diucapkan.

    "Saya tidak mengikuti itu. Kalau secara fatsun mungkin sebutan itu tidak perlu lah ya," kata Sohibul Iman seusai senam bersama kader PKS di halaman Balai Kota DKI Jakarta, Ahad, 15 April 2018.

    Baca juga: Amien Rais: Karena Elektabilitas Jokowi, Silent Majority Penting

    Sebelumnya diberitakan, Amien Rais membedakan Partai Allah dan Partai Setan saat tausiyah usai mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh Berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat, 13 April 2018.

    Hal tersebut dianggap membuat kontroversi oleh Partai Solidaritas Indonesia. Wakil Sekretaris PSI Danik Eka Rahmaningtias mengatakan semua partai berniat berjuang untuk kebaikan bangsa dengan ideologi dan strategi yang tentu saja berbeda.

    "Sangat tidak bijak untuk mengategorikan Partai Allah dan Partai Setan. Siapa yang menentukan dan apa pembuktiannya," kata Danik melalui pernyataan tertulis, Sabtu, 14 April 2018.

    Baca juga: PAN Minta Kritik Amien Rais Tak Dipolitisasi

    PSI merindukan petuah sejuk dari mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat dan tokoh reformasi itu. Namun dengan pernyataan Amien Rais tersebut, PSI menjadi bertanya-tanya.

    "Dari mana Amien mengatakan gerakan ganti presiden yang terjadi di daerah dikehendaki oleh Allah? Sekali lagi, kami mengharapkan petuah yang sejuk dan bijak dari tokoh reformasi," kata Danik.

    Jika Amien Rais berkukuh mengategorikan partai tertentu sebagai partai Allah, menurut Danik, sangat melawan logika rakyat Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?