Prabowo Cawapres Jokowi? Gerindra: Framing Lawan Takut Kalah

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberi salam kepada awak media di Jakarta, 5 April 2018. Kedatangan Prabowo untuk menghadiri rapat Kerja Nasional Partai Gerindra. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberi salam kepada awak media di Jakarta, 5 April 2018. Kedatangan Prabowo untuk menghadiri rapat Kerja Nasional Partai Gerindra. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan wacana Prabowo Subianto menjadi calon wakil presiden (cawapres) Jokowi sengaja dibuat. "Sekarang terjadi framing oleh lembaga survei," kata Arief saat dihubungi, Sabtu, 14 April 2018.

    Menurut dia, banyak orang yang ketakutan jika Prabowo maju. Bahkan, banyak lembaga yang membuat survei yang hasilnya menyebut bahwa elektabilitas Prabowo di bawah Jokowi.

    Baca: Prabowo Subianto Siap Duel dengan Jokowi di...

    Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengatakan Presiden Joko Widodo mengungkapkan akan menggandeng Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden 2019. Menurut Romi, sapaan akrabnya, alasan Jokowi ingin berkoalisi dengan Prabowo adalah demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Arief membantah kabar itu. "Itukan ucapan Romi saja untuk mengiring opini publik seakan akan NKRI akan pecah.” Misi selanjutnya, kata Arief, dilanjutkan dengan framing melalui lembaga-lembaga survei untuk menjadikan Prabowo sebagai cawapresnya Joko Widodo.

    Baca: Fadli Zon Minta Jokowi Pamerkan Dada seperti...

    Prabowo, ujar Arief, telah menerima untuk dijadikan calon presiden pada Pemilu 2019. Jadi, tidak ada alasan Ketum Partai Gerindra itu tidak berlaga dalam pilpres 2019.

    Sejauh ini, tidak ada utusan Gerindra yang menghadap Jokowi untuk membicarakan koalisi. “Tak ada bukti konkret tentang isu itu.”

    Simak: Kata Jokowi Soal Prabowo Jadi Calon Presiden...

    Ia menuturkan setiap keputusan penting akan dibicarakan oleh Prabowo dengan dari petinggi Gerindra. Kemudian, semua hasil keputusan disosialisasikan hingga pengurus ranting. "(Koalisi Jokowi-Prabowo) itu hoax saja." Menurut dua, tidak ada bukti bahwa pilkada DKI dan pilpres 2014 membuat NKRI pecah.

    Menurut Arief, wacana Prabowo dijadikan cawapres Jokowi, karena adanya kekhawatiran dari kubu lawan yang takut kalah. "Saya pastikan 2019, Joko Widodo kalah." (*)

    Lihat juga video webseries ini: Sarjana Komputer Ini Penemu Trend Bisnis Kopi di Indonesia



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?