Soal Lobi Prabowo Jadi Calon Wapres Jokowi, Fadli Zon: Fiktif...

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR Fadli Zon saat tiba di Gedung Bareskrim, Jakarta, 2 Maret 2018. Fadli Zon melaporkan pianis Ananda Sukarlan atas dugaan penyebaran foto yang diduga hoaks. TEMPO/Subekti.

    Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR Fadli Zon saat tiba di Gedung Bareskrim, Jakarta, 2 Maret 2018. Fadli Zon melaporkan pianis Ananda Sukarlan atas dugaan penyebaran foto yang diduga hoaks. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membantah kabar Prabowo Subianto melakukan lobi ke Joko Widodo atau Jokowi untuk menjadi calon wakil presiden.

    Fadli Zon lewat akun Twitter-nya menanggapi berita Ketua Umum PPP Romahurmuziy yang menyebut ada utusan Prabowo datang ke Jokowi untuk membicarakan tawaran soal calon wakil presiden.

    Baca juga: Pengamat: Duel Ulang Jokowi-Prabowo Tak Menarik Ditonton

    "Enggak benar alias fiktif," kata Fadli Zon dalam cuitannya. Menurut Fadli Zon, sudah menjadi fakta bahwa Prabowo saat ini telah diusung sebagai calon presiden dari Partai Gerindra. "@MRomahurmuziy urus partai dan capresnya sendiri saja, jangan sok tau," tulis Fadli Zon.

    Prabowo Subianto sebelumnya secara resmi diusung Partai Gerindra untuk maju sebagai calon presiden. Pengusungannya diputuskan dalam Rapat Koordinasi Nasional Partai Gerindra pada 11 April lalu.

    Romahurmuziy di Semarang mengungkapkan kisah di balik rencana Jokowi menggandeng Prabowo sebagai calon presiden. Menurut Romi, sapaan akrabnya, Jokowi mengatakan alasannya ingin menjadikan Prabowo sebagai calon wakil presiden adalah untuk mencegah perpecahan dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Baca juga: Mengapa Pendukung Jokowi Senang Prabowo Maju Pilpres 2019?

    Dalam kesempatan itu, kata Romi, ada utusan Prabowo yang menemui Jokowi untuk membicarakan rencana koalisi tersebut.

    Namun rencana itu belum terlaksana, karena menurut Jokowi baru Romi yang setuju dengan rencananya itu, sedangkan partai koalisi lain belum setuju.

    Jokowi saat berpidato dalam Hari Lahir (Harlah) PPP ke-45 mengakui intens berkomunikasi dengan Romi ihwal calon wakil presiden. "Itulah Pak Romi yang hampir yang tiap hari, hampir tiap minggu ketemu dengan saya. Diskusi masalah partai, diskusi masalah cawapres," ujar Jokowi di Semarang, Sabtu, 14 April 2018.

    "Jadi kalau Pak Romi sering membocorkan ke media, yang tanggung jawab Pak Romi."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.