Mardani Ali Bantah PKS Usung Dua Nama Calon

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal calon wakil Gubernur DKI Jakarta, Mardani Ali Sera. Mardani adalah kader Partai Keadilan Sejahtera. Tempo/Rezki Alvionitasari.

    Bakal calon wakil Gubernur DKI Jakarta, Mardani Ali Sera. Mardani adalah kader Partai Keadilan Sejahtera. Tempo/Rezki Alvionitasari.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera menegaskan, partainya belum menyaring nama-nama calon presiden 2019 menjadi dua nama. “Belum ada keputusan Majelis Syuro tentang pengerucutan,” cuit Mardani melalui akun Twitter-nya yang sudah terverifikasi, @MardaniAliSera, Jumat, 13 April 2018.

    PKS baru bisa menentukan nama yang akan diusung dalam pemilihan presiden 2019 melalui Majelis Syuro. Sedangkan hingga saat ini, acara itu belum digelar. “Insya Allah, jika tidak ada halangan, MS akan berjumpa akhir April.”

    Baca: Syarat Usung Prabowo, PKS Ingin Cawapres ...

    Cuitan Mardani itu membantah isu tentang dua nama yang disebut-sebut akan diusung PKS sebagai calon presiden. Keduanya adalah Ahmad Heryawan (Aher) dan Anis Matta.

    Akun Twitter @maspiyuuu melakukan polling mengenai dua nama itu di Twitter pada Jumat. Hasilnya, dari 8.925 warganet yang mengikuti polling, 51 persen di antaranya memilih Aher dan 49 persen lain memilih Anis Matta.

    Baca juga: Dilobi Relawan, PKS Akan Perhitungkan Gatot...

    Melihat hasil polling itu, Mardani mengajak masyarakat untuk tidak terpengaruh hasutan yang tidak jelas sumbernya. Ia meminta masyarakat bersabar menunggu hasil keputusan Majelis Syuro.

    Selain itu, Mardani menjelaskan, keputusan Majelis Syuro belum tentu menghasilkan dua nama itu. “Belum tahu akan jadi berapa nama di akhir April itu.”


  • PKS
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.