Kurikulum 2013 Sebagai Upaya Perbaiki Mutu Pendidikan Indonesia

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang siswi menunjukan buku pelajaran baru kurikulum 2013 di SMA 68 Jakarta (15/07). Di mulai hari ini Kemendikbud menerapkan kurikulum baru 2013 saat seluruh siswa dan siswi masuk sekolah hari pertama. TEMPO/Dasril Roszandi

    Seorang siswi menunjukan buku pelajaran baru kurikulum 2013 di SMA 68 Jakarta (15/07). Di mulai hari ini Kemendikbud menerapkan kurikulum baru 2013 saat seluruh siswa dan siswi masuk sekolah hari pertama. TEMPO/Dasril Roszandi

    INFO NASIONAL - Dalam upaya memperbaiki pendidikan di Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) meluncurkan Program BERMUTU (Better Education Through Reformed Management Universal Teacher Upgrading). Program BERMUTU ini dilaksanakan sejak 2005 sampai dengan 2013, dilanjutkan Program Replika dan Diseminasi (Repdis) pada 2014.

    Ada lima hal yang dibenahi oleh Program ini, yakni: (1) Penyebaran guru yang tidak merata; (2) Rasio guru dan murid yang relatif rendah dibandingkan dengan negara lain, sementara rasio guru secara nasional rendah namun bervariasi dari satu tempat ke tempat lain; (3)  Kualifikasi  pendidikan  guru  pendidikan  dasar yang masih relatif rendah terutama pada Sekolah Dasar; (4) Kualitas profesional para pendidik yang rendah cenderung berdampak pada rendahnya prestasi belajar siswa;  dan (5) Rendahnya jam mengajar guru dibandingkan dengan kriteria jam mengajar minimum.

    Sehubungan dengan hal tersebut Indonesia sudah selayaknya mengupayakan berbagai alternatif dan inovasi dalam rangka percepatan belajar siswa. Di mana salah satu unsur kunci adalah mutu guru, sebagaimana ditekankan dalam berbagai literatur dan hasil penelitian.

    Berbagai penelitian tentang guru dan hasil belajar siswa memberikan sejumlah implikasi pentingnya berbagai strategi peningkatan mutu guru dalam rangka memperbaiki proses pembelajaran.

    Seiring dengan upaya pemerintah meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan mutu guru, maka dalam upaya mengembangkan pendidikan yang sesuai dengan tuntutan zaman, setidaknya, setelah diterbitkannya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2004, tentang Sistem Pendidikan Nasional.

    Telah terjadi beberapa perubahan kurikulum, yakni Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), tahun 2004, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Tahun 2006, yang kemudian disempurnakan menjadi Kurikulum 2013 (Kurtilas).

    Dengan kata lain, bagi guru yang mengikuti dan melaksanakan kurikulum sebelumnya secara seksama, tidak akan terkejut lagi. Sebaliknya akan berpikir positip, optimis dan melaksanakan pembelajaran sesuai kurikulum baru dengan penuh tanggung jawab, karena memahami latar belakang perubahan kurikulum, dan lahirnya kurikulum 2013. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.