Setya Novanto Minta Pemblokiran Asetnya Dibuka Kembali

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa kasus e-KTP, Setya Novanto setelah membacakan pledoi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, 13 April 2018. TEMPO/Maria Fransisca Lahur

    Terdakwa kasus e-KTP, Setya Novanto setelah membacakan pledoi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, 13 April 2018. TEMPO/Maria Fransisca Lahur

    TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa kasus korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), Setya Novanto, meminta penegak hukum mencabut pemblokiran hartanya. Dia berdalih masih punya banyak tanggungan.

    "Saya masih punya tanggungan istri dan dua orang anak yang masih sekolah," kata Setya membacakan pleidoinya dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat, 13 April 2018.

    Baca: Setya Novanto Menulis Sendiri Pleidoinya

    Selain keluarga, Setya mengaku masih mempunyai tanggungan dua yayasan di Sukabumi dan Depok. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memblokir rekening Setya serta keluarganya sejak 2016. KPK menduga rekening tersebut berkaitan dengan perkara korupsi e-KTP.

    Setya meminta agar pemblokiran asetnya dicabut. Aset yang dia maksud berupa tabungan, giro, dan properti atas namanya sendiri; istrinya, Deisti Astriani Tagor; serta tiga anaknya, Rheza Herwindo, Dwina Michaella, juga Gavriel Putranto. "Semua aset itu tidak ada kaitannya dengan perkara yang sedang saya hadapi," ujarnya.

    Simak: Hadiri Sidang Setya Novanto, Idrus Perhatikan Pembacaan Pleidoi

    Dalam perkara korupsi e-KTP, jaksa KPK menuntut mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu dengan hukuman 16 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan penjara.

    Selain itu, jaksa menuntut Setya membayar uang pengganti sesuai dengan yang ia terima sebesar US$ 7,4 juta dikurangi Rp 5 miliar yang sudah dikembalikan. Setya harus membayar uang itu kepada KPK paling lambat satu bulan setelah putusan inkrah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.