PKPI Pastikan Merapat ke Jokowi di Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia Abdullah Makhmud Hendropriyono saat mendeklarasikan dukungan kepada Joko Widodo, di halaman kantor DPP PKPI, Menteng, Jakarta, 12 Juni 2017. Tempo/Yohanes Paskalis

    Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia Abdullah Makhmud Hendropriyono saat mendeklarasikan dukungan kepada Joko Widodo, di halaman kantor DPP PKPI, Menteng, Jakarta, 12 Juni 2017. Tempo/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Imam Anshori menyatakan partainya akan mendukung bakal calon presiden Joko Widodo atau Jokowi pada pemilihan umum 2019. Hal itu dia sampaikan setelah Komisi Pemilihan Umum menetapkan PKPI sebagai peserta pemilu dengan nomor urut 20.

    Imam mengatakan PKPI telah mengkaji kinerja Presiden Jokowi selama tiga tahun sebelum memutuskan memberikan dukungannya. “Kami tidak akan mengubah dukungan,” kata Imam saat dihubungi, Jumat, 13 April 2018.

    Baca: KPU Tetapkan PKPI Sebagai Peserta Pemilu 2019 Hari ini

    PKPI, kata Imam, telah memutuskan mendukung Jokowi maju lagi di pilres 2019 sejak Juli tahun lalu. Menurut dia, kerja Jokowi sudah terukur dalam pembangunan. “Track record-nya (rekam jejak) sudah bisa terlihat, sedangkan calon lain belum,” ujarnya. “Kami menganggap belum ada calon lain yang lebih baik dari Jokowi.”

    Imam memperkirakan peta politik tahun depan akan kembali terulang. Jokowi diperkirakan kembali bertarung head-to-head melawan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

    Jokowi, menurut Imam, akan lebih kuat di pilpres tahun depan karena arah pembangunannya sudah bisa dilihat masyarakat. “Waktu itu belum ada hasilnya, menang, dan sekarang sudah ada. Logikanya, ketika rakyat sudah mengetahui, pasti akan lebih mudah (Jokowi menang),” ucapnya.

    Baca: PKPI Lolos Pemilu 2019, AM Hendropriyono Mundur dari Ketua Umum

    Kata Imam, Jokowi tinggal meneruskan pembangunan yang sudah baik pada periode kedua jika kembali terpilih. Ia pun optimistis Jokowi akan menjadi presiden untuk periode 2019-2024.

    Hari ini, KPU resmi menetapkan PKPI sebagai peserta ke-20 pada pemilu 2019. Penetapan ini dilakukan setelah PKPI memenangi gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu, 11 April 2018.

    Sebelumnya, PKPI dinyatakan tidak bisa berlaga dalam pemilu 2019. Penyebabnya, PKPI yang sudah lolos verifikasi administratif dinyatakan tidak memenuhi syarat verifikasi faktual KPU di 73 kabupaten atau kota di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Papua. Padahal, setelah ada putusan Mahkamah Konstitusi, verifikasi faktual wajib dilakukan.

    Tak terima, PKPI pun menggugat KPU melalui Bawaslu, tapi gugatan tersebut dibatalkan dalam sidang ajudikasi. Kemudian PKPI mengambil langkah hukum lain dengan menggugat KPU ke PTUN. Dalam pertimbangan pengambilan putusan itu, majelis hakim PTUN menyatakan KPU telah melakukan kesalahan prosedur di beberapa daerah, antara lain di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

    Namun PTUN kemudian mengabulkan gugatan partai bentukan Sutiyoso tersebut. Melalui putusan tersebut, keputusan KPU mencoret PKPI dari daftar peserta pemilu sudah tidak berlaku. Setelah ada putusan itu, KPU pun mencabut keputusan sebelumnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.