Saksi Cerita Disuruh Fredrich Yunadi Cek Ruang Rawat untuk Setya

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fredrich Yunadi, saat menjalani sidang lanjutan perkaranya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, 5 Maret 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Fredrich Yunadi, saat menjalani sidang lanjutan perkaranya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, 5 Maret 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan pegawai kantor hukum Yunadi & Associated, Achmad Rudyansyah mengaku pernah disuruh Fredrich Yunadi mengecek ruang rawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau untuk Setya Novanto. Namun, awalnya ia mengira ruangan itu untuk Fredrich.

    "Yang saya tahu untuk terdakwa (Fredrich). Pimpinan saya ini kan sakit, Pak," kata Achmad dalam persidangan Fredrich di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 12 April 2018.

    Baca: Fredrich Yunadi Ancam Bawa Banyak Varian Bakpao ke Sidang

    Achmad mengatakan mantan bosnya itu memiliki penyakit jantung. Ia mengetahui soal riwayat penyakit mantan bosnya itu setelah beberapa bulan bekerja di hukum Yunadi & Associated. "Mohon izin, memang pimpinan saya ini sakit jantung. Ringnya banyak juga," kata dia.

    Achmad disuruh Fredrich mengecek ruang rawat VIP di RS Medika Permata Hijau pada hari Setya Novanto mengalami kecelakaan, yaitu 16 November 2017, pukul 16.00. Itu berarti dua setengah jam sebelum kecelakaan terjadi.

    Di rumah sakit, Acmad bertemu dengan mantan pelaksana tugas Manager Pelayanan Medis RS Medika Alia Shahab. Alia lantas mengantarkannya ke ruang rawat VIP 323 RS Medika Permata Hijau. Ruangan itu kelak akan dipakai untuk merawat Setya setelah kecelakaan.

    Baca: Hakim Tolak Penangguhan Penahanan Fredrich Yunadi

    Dalam perkara ini, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi mendakwa Fredrich Yunadi telah merekayasa perawatan Setya di RS Medika untuk menghindarkannya dari penyidikan KPK. Fredrich juga diduga memesan kamar rawat untuk Setya sebelum kecelakaan terjadi.

    Dokter RS Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo ikut terseret dalam kasus itu. KPK mendakwa dokter ahli ginjal itu telah memanipulasi diagnosis medis Setya Novanto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.