Pusara Danarto Dinaungi Rindang Pohon Asam

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Luqman Hakim Saifuddin memimpin salat jenazah sastrawan Danarto di ruang Instalasi Forensik dan Pelayanan Jenazah Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, Rabu, 11 April 2018. TEMPO/M Rosseno Aji

    Menteri Agama Luqman Hakim Saifuddin memimpin salat jenazah sastrawan Danarto di ruang Instalasi Forensik dan Pelayanan Jenazah Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, Rabu, 11 April 2018. TEMPO/M Rosseno Aji

    TEMPO.CO, Sragen - Seniman Danarto yang meninggal karena kecelakaan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Ngasem, Sragen, Rabu sore, 11 April 2018. Jenazahnya dikebumikan berdampingan dengan makam kedua orang tuanya.

    Kedatangan jenazah Danarto di rumah kakaknya yang berada di Sragen sedikit meleset dari jadwal. Semula, jenazah direncanakan dikebumikan pada tengah hari. Namun jenazah bersama rombongan dari Jakarta ternyata baru tiba di Sragen menjelang asar.

    Baca: Semasa Hidup, Sastrawan Danarto Gemar Naik...

    Para pelayat yang telah berada di rumah duka sejak siang mengikuti upacara sederhana yang digelar di rumah duka. Pemberangkatan jenazah menuju tempat pemakaman dilepas Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno.

    Selanjutnya, jenazah dibawa ke tempat pemakaman yang jaraknya sekitar 3 kilometer dari rumah duka. Lubang makam telah disiapkan, berdekatan dengan makam kedua orang tua Danarto. Deretan makam itu dinaungi sebuah pohon asam yang cukup rindang.

    "Ini memang keinginan Mas Danarto semasa masih hidup," kata adik kandungnya, Sriminurni. Saat masih kecil, Danarto memang menjadi anak yang paling dekat dengan orang tuanya.

    Baca: Danarto, Guru Bagi Penulis Muda

    Danarto lahir di Sragen dari pasangan Djakio Hardjosoewarno dan Siti Aminah, 78 tahun lalu. Ayahnya seorang mandor di Pabrik Gula Mojo di Sragen. Sedangkan Aminah merupakan pedagang batik di pasar yang tidak jauh dari rumahnya.

    Masa kecil Danarto dihabiskan di Sragen hingga lulus sekolah menengah pertama (SMP). "Sempat melanjutkan ke SMA di Solo," tutur Sriminurni, Danarto tidak betah dan pindah ke sekolah seni di Yogyakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.