1 Tahun Novel Baswedan, Zulkifli Hasan: Kalau Perlu Bentuk TGPF

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengecam tindakan Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. (dok. MPR)

    Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengecam tindakan Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. (dok. MPR)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua MPR Zulkifli Hasan meminta pihak kepolisian segera mengungkap kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan.

    "Jika tidak segera diselesaikan, masalah ini akan menjadi catatan," kata Zulkifli di Komplek Parlemen, Jakarta pada Rabu, 11 Maret 2018.

    Baca: Jokowi Bentuk TGPF Novel Baswedan Jika Kapolri Angkat Tangan

    Novel Baswedan diserang menggunakan air keras tepat setahun lalu oleh dua orang tak dikenal. Akibatnya, kedua mata Novel mengalami kerusakan. Sedangkan kepolisian belum juga menemukan pelaku penyerangan.

    Menurut Zulkifli, masalah Novel Baswedan sudah masuk ke dalam ranah politik. Jika tidak segera diungkap, semuanya bisa dipolitisasi. "Pemerintah juga mesti segera menyelesaikan masalah ini," ujarnya.

    Baca: 10 Bulan di Singapura, Cara Novel Baswedan Obati Rindu pada Anak

    Salah satu caranya, kata Zulkifli, pemerintah bisa membentuk tim gabungan pencari fakta atau TGPF untuk mengungkap kasus Novel Baswedan. "TGPF kalau memang diperlukan agar dibuat. Kalau tidak selesai-selesai lebih baik buat agar tidak dipolitisasi," ujar Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu.

    Menurut dia, masyarakat sulit untuk percaya polisi meski mereka telah bekerja serius dalam menangani kasus ini. "Orang sekarang sulit percaya. Kalau serius mana buktinya, meski polisi sudah sungguh-sungguh," ujarnya.

    Sementara itu, dorongan pembentukan TGPF telah datang dari koalisi masyarakat sipil. Namun keputusan pembentukan TGPF tersebut ada di tangan Presiden Joko Widodo. Saat ditanyai mengenai hal ini, Jokowi mengatakan akan melihat dulu kinerja kepolisian. "Saya masih menunggu semuanya dari Kapolri. Kalau Kapolri sudah begini (Jokowi mengangkat tangannya), baru (dibentuk)," kata dia pada 8 April lalu.

    Baca: 1 Tahun Novel Baswedan, Menunggu Kacamata Sebelum Balik KPK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.