Pembacaan Puisi Gus Mus Dinilai Untungkan Ganjar Pranowo

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ganjar Pranowo, setelah memberikan keterangan sebagai saksi untuk Setya Novanto, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 8 Februari 2018. Ganjar Pranowo, memberikan keterangan sebagai saksi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum KPK. TEMPO/Imam Sukamto

    Ganjar Pranowo, setelah memberikan keterangan sebagai saksi untuk Setya Novanto, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 8 Februari 2018. Ganjar Pranowo, memberikan keterangan sebagai saksi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum KPK. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Semarang - Pembacaan puisi ulama besar KH Mustofa Bisri alias Gus Mus oleh calon gubernur Jateng inkumben Ganjar Pranowo yang menimbulkan kontroversi dinilai justru menguntungkan Ganjar. Gus Mus menyampaikan hal itu melalui Taj Yasin Maemoen, pasangan Ganjar dalam pemilihan kepala daerah Jawa Tengah.

    Gus Mus, kata Yasin, menyarankannya untuk membiarkan kontroversi itu. “Wes jarke waelah (sudah, biarkan saja),” kata Yasin menirukan Gus Mus. Toh mereka yang memperkarakan Ganjar akan terkena batunya sendiri. “Itu kan malah menguntungkan njenengan (anda) sama mas Ganjar. Toh itu bukan njenengan yang ngarang (menulis puisi)." Yasin menemui Gus Mus di Bandara Ahmad Yani Semarang, Rabu 11 April 2018.

    Baca:
    Kalangan Advokat akan Laporkan Ganjar ...
    Ganjar Pranowo Diserang Soal Puisi, PDIP ...

    Setelah Ganjar menuai kontroversi karena membacakan puisinya yang berjudul 'Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana' ditulis pada 1987, kata Yasin, Gus Mus menerima banyak panggilan telepon. Banyak santri hingga pejabat di GP Ansor menghubungi Gus Mus untuk meminta pendapat. Mereka yang menghubungi Gus Mus ingin menyelesaikan masalah itu agar tidak berlarut-larut. "Tapi karena Gus Mus mau umroh, jadi belum bisa ketemu (dengan pihak yang menghubunginya)," kata Yasin.

    Yasin mengatakan Gus Mus sebagai penulis puisi itu bersikap lebih tenang dalam menghadapi karyanya yang menuai kontroversi. Kepada Yasin Gus Mus berpesan agar Ganjar dan Yasin tidak terlalu menanggapi serangan soal isu penistaan agama.

    Baca: Ganjar Pranowo: Kira-kira Gus Mus Pro Islam ...

    Puisi Gus Mus yang dibacakan Ganjar menjadi kontroversi setelah dibacakan Ganjar Pranowo di stasiun TV swasta pertengahan Maret 2019. Ganjar membacakan naskah puisi itu sesuai naskah aslinya. Beberapa pihak menilai puisi itu menista islam dan viral di media sosial. Mereka mengancam akan melaporkan Ganjar ke polisi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK, Tudingan Kubu Prabowo - Sandiaga soal Pilpres 2019

    Pada 16 Juni 2019, Tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga menyatakan mempersiapkan dokumen dan alat bukti soal sengketa Pilpres 2019 ke Sidang MK.