Pendapat KPK Soal TGPF Novel Baswedan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tepat setahun lalu, 11 April 2017, penyidik senior KPK, Novel Baswedan, disiram air keras oleh dua orang tak dikenal. Serangan terjadi usai Novel salat subuh di masjid dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Akibatnya, hampir 90 persen kornea mata kiri Novel terbakar.Akibatnya mata Novel luka parah dan ia harus menjalani perawatan di Singapura. SUBEKTI

    Tepat setahun lalu, 11 April 2017, penyidik senior KPK, Novel Baswedan, disiram air keras oleh dua orang tak dikenal. Serangan terjadi usai Novel salat subuh di masjid dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Akibatnya, hampir 90 persen kornea mata kiri Novel terbakar.Akibatnya mata Novel luka parah dan ia harus menjalani perawatan di Singapura. SUBEKTI

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang lebih percaya kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan, ditangani sejalan dengan hukum acara pidana ketimbang membentuk tata kelola penegakan hukum di luar KUHAP. “Tujuan kami: membawa pelakunya ke pengadilan," ujar Saut kepada Tempo, Selasa, 10 April 2018. 

    Satu tahun Pasca-penyerangan terhadap Novel, polisi belum juga menangkap pelakunya. Publik mulai meragukan kepolisian bisa menangani kasus itu. Beberapa pihak mendesak pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF) Novel Baswedan. Namun KPK masih lebih memilih proses hukum yang saat ini ditangani Polri.  

    Baca:
    Soal TGPF, Novel Baswedan Serahkan pada...
    TGPF Novel Baswedan, Usmad Hamid: Perlu...

    Saut menuturkan KPK juga tidak berwenang menyetujui atau menolak TPGF. KPK lebih memilih membantu kepolisian mengungkap pelaku penyerangan Novel.

    Lembaga antirasuah itu mengirimkan tim untuk membantu Polri, meski terbatas. Tim yang diperbantukan juga bekerja sebagai penyidik tindak pidana korupsi di KPK setiap harinya. "Mereka harus membagi waktunya," ucap Saut. 

    Baca:
    Polisi Tak Setuju TGPF Kasus Novel Baswedan
    Haris Azhar: Buya Syafii Maarif Bisa Pimpin TGPF Novel Baswedan...

    Selain itu, KPK membantu Novel Baswedan segera pulih. Menurut Saut, penyidik senior itu akan kembali bekerja setelah kondisinya membaik. 

    Saut berharap kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan bisa segera terungkap. Harapan yang sama, kata dia, juga terus dipegang banyak orang lain. "Ada banyak orang bilang dan berpesan bahwa mereka akan membantu. Itu juga harapan kami semua," ujarnya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK, Tudingan Kubu Prabowo - Sandiaga soal Pilpres 2019

    Pada 16 Juni 2019, Tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga menyatakan mempersiapkan dokumen dan alat bukti soal sengketa Pilpres 2019 ke Sidang MK.