Kasus Emirsyah Satar, KPK Periksa Suami Dian Sastro Enam Jam

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Dirut Garuda Indonesia, Emirsyah Satar menghadiri lepas sambut dalam RUPSLB di di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten, 12 Desember 2014. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    Mantan Dirut Garuda Indonesia, Emirsyah Satar menghadiri lepas sambut dalam RUPSLB di di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten, 12 Desember 2014. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK memeriksa Maulana Indraguna Sutowo terkait dengan kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus SAS dan Roll-Royce PLC untuk PT Garuda Indonesia, Selasa, 10 April 2018.

    Suami aktris Dian Sastro itu dimintai keterangan sebagai saksi Emirsyah Satar, tersangka kasus dugaan suap tersebut. Pemeriksaan Indra berlangsung selama sekitar enam jam. Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi itu menemui penyidik sekitar pukul 10.00-16.00.

    Baca: Kasus Emirsyah Satar, KPK Kembali Periksa Suami Dian Sastro

    Indra bungkam ketika ditanya mengenai isi pemeriksaan. Begitu pula saat ditanya mengenai hubungannya dengan Soetikno Soedarjo, Presiden Komisaris PT Mugi Rekso Abadi, yang juga ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

    Indra hanya menjelaskan kedatangannya dalam pemeriksaan merupakan bentuk tanggung jawabnya sebagai warga negara. "Sebagai warga negara yang baik, saya menghadiri pemanggilan yang ditentukan," katanya.

    Pekan lalu, Indra mangkir dari panggilan KPK. "Kami mohon maaf tidak bisa hadir karena saat itu baru saja pulang dari tugas luar negeri," ujar Michael Tampi, Head of Digital Strategy & Business Innovation PT Mugi Rekso Abadi, mewakili atasannya.

    Simak: Kasus Suap Emirsyah Satar, KPK Sita Rumah Seharga Rp 8,5 Miliar

    Michael menuturkan kedatangan Indra hari ini menunjukkan itikad baik dan dukungan terhadap kerja lembaga antirasuah. Dia berharap keterangan Indra dapat memberikan hasil terbaik.

    KPK juga menjadwalkan memeriksa Senior Manager Head Office Accounting PT Garuda Indonesia Norma Aulia, Ketua Tim Pengadaan ATR 72-600 Citilink Widi Wiratmoko, dan karyawan badan usaha milik negara, Friatma Mahmud.

    Kasus ini mencuat setelah KPK menerima laporan dari SFO dan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) Singapura. Mereka menginvestigasi suap Rolls-Royce di beberapa negara.

    Berdasarkan investigasi SFO, Rolls-Royce dikenai denda 671 juta pound sterling (sekitar Rp 11 triliun) oleh pengadilan di Inggris karena terbukti melakukan praktik suap di beberapa negara, antara lain Malaysia, Thailand, Cina, Brazil, Kazakhstan, Azerbaijan, Irak, dan Angola.

    Lihat: Kasus Suap Garuda, Aktor Catatan Si Boy Diperiksa KPK

    KPK  menetapkan Emirsyah Satar sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari perusahaan manufaktur terkemuka asal Inggris, Roll-Royce, dalam pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005-2014 untuk PT Garuda Indonesia.

    Dia juga diduga menerima suap 1,2 juta euro dan US$ 180 ribu atau sekitar Rp 20 miliar serta dalam bentuk barang senilai US$ 2 juta, yang tersebar di Singapura dan Indonesia.

    Pemberian suap diduga dilakukan melalui perantara, Soetikno Soedarjo, selaku beneficial owner Connaught International Pte Ltd yang berada di Singapura. Soetikno juga ditetapkan sebagai tersangka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.