Kamis, 16 Agustus 2018

Vonis Bos Saracen Terlalu Rendah, Jaksa Ajukan Banding

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru memvonis Jasriadi 10 bulan penjara. Jasriadi yang dituduh sebagai petinggi penyedia jasa ujaran kebencian, dinyatakan dinyatakan bersalah mengendalikan akun Facebook milik Sri Rahayu Ningsih.

    Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru memvonis Jasriadi 10 bulan penjara. Jasriadi yang dituduh sebagai petinggi penyedia jasa ujaran kebencian, dinyatakan dinyatakan bersalah mengendalikan akun Facebook milik Sri Rahayu Ningsih.

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Agung Muhammad Prasetyo menjelaskan alasan jaksa mengajukan permohonan banding atas vonis yang diterima bos Saracen, Jasriadi. Menurut dia, tuntutan yang dikabulkan majelis hakim terlalu rendah.

    "Hanya 10 bulan, kurang dari separuh tuntutan jaksa yang minta dua tahun," kata Prasetyo saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, pada Selasa, 10 April 2018.

    Baca: Ajukan Banding, Bos Saracen: Kalau Tidak, Saya Dianggap Bersalah

    Jasriadi divonis 10 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru. Ia dianggap bersalah telah melakukan akses ilegal ke akun Facebook milik Sri Rahayu Ningsih, tervonis kasus ujaran kebencian.

    Hakim menilai Jasriadi terbukti melakukan pengubahan tampilan di akun dan mengubah status sebanyak tiga kali. Padahal saat itu akun Facebook Sri Rahayu sedang disita Mabes Polri.

    Baca: Hakim Hukum Bos Saracen Jasriadi Penjara 10 Bulan

    Bos Saracen itu dinyatakan melanggar Pasal 46 ayat 2 juncto Pasal 30 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi elektronik. Namun kuasa hukum terdakwa meminta banding atas vonis itu karena kliennya merasa tidak melakukan apa yang dikatakan jaksa.

    Prasetyo mengatakan, jika putusan kurang dari separuh tuntutan, jaksa wajib hukumnya meminta banding. "Putusan baru sesuai kalau putusan itu dua pertiga dari tuntutan," katanya.

    Baca: Satgas Nusantara: Eks Saracen Masih Terkait The Family MCA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI dan Buah Pikir Ma'ruf Amin, Calon Wakil Jokowi

    Beberapa buah pikiran Ma'ruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia pilihan Jokowi untuk menjadi wakilnya, yang mengundang komentar publik.