Rita Widyasari Bantah Suruh Tim 11 Bakar Catatan Gratifikasi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa kasus gratifikasi atas perizinan proyek-proyek di Kabupaten Kutai Kartanegara, Rita Widyasari, menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 28 Februari 2018. Rita Widyasari didakwa menerima gratifikasi sebesar Rp436 miliar. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Terdakwa kasus gratifikasi atas perizinan proyek-proyek di Kabupaten Kutai Kartanegara, Rita Widyasari, menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 28 Februari 2018. Rita Widyasari didakwa menerima gratifikasi sebesar Rp436 miliar. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari, terdakwa gratifikasi proyek Dinas Pekerjaan Umum Pemerintahan Kabupaten Kutai Kartanegara mengaku tidak tahu menahu ihwal pembakaran catatan gratifikasi.

    "Saya tidak tahu menahu soal itu," kata Rita saat ditemui di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta pada Selasa, 10 April 2018.

    Dalam persidangan sebelumnya, Anggota DPRD Kutai Kartnegara, Junaedi menyebutkan bahwa Rita memerintahkan Tim 11 membakar semua catatan penerimaan gratifikasi proyek Dinas PU. Tim 11 merupakan tim pemenangan Rita dalam pemilihan Bupati Kutai Kartanegara dan diduga bertugas mengatur fee dari setiap proyek dan izin di Kutai Kartanegara.

    Baca: Rita Widyasari Kerap Perintahkan Tim 11 Bakar Catatan Gratifikasi

    Rita tidak membenarkan jika dirinya pernah memberikan perintah untuk membakar catatan yang disebutkan saksi Junaedi itu. "Enggak bukan saya, tanya lagi saksi itu," kata dia.

    Bahkan, Rita mengaku tidak pernah melihat atau pun mendegar adanya catatan-catatan yang dibakar oleh Tim 11 tersebut. "Saya tidak tau, apa lagi saya yang menyuruh tidak benar itu," ujarnya.

    Baca: Penerima Jatah Gratifikasi Proyek PU Selain Rita Widyasari

    Rita pun mengatakan tidak pernah mengetahui urusan dari Tim 11. "Saya tidak pernah tau urusan mereka" ujarnya.

    Rita Widyasari didakwa menerima uang gratifikasi senilai Rp 286 miliar dari 867 proyek Dinas Pekerjaan Umum di Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Total gratifikasi yang diterima Rita sebesar Rp 469 miliar dari proyek-proyek itu selama menjabat sebagai bupati. Ia juga diduga terlibat dalam kasus suap terkait pemberikan izin lokasi untuk keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman kepada PT Sawit Golden Prima.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.