KPK Akan Periksa Internal Dirdik Aris Budiman

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Aris Budiman saat mengikuti rapat dengar pendapat dengan Pansus Hak Angket KPK di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 29 Agustus 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Aris Budiman saat mengikuti rapat dengar pendapat dengan Pansus Hak Angket KPK di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 29 Agustus 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi akan melakukan pemeriksaan internal terhadap Direktur Penyidikan KPK Aris Budiman ihwal pernyataannya Jumat lalu tentang kuda troya.

    "Hasil rapat pimpinan KPK memutuskan akan melakukan pemeriksaan internal kepada Direktur Penyidikan," kata Juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin, 9 April 2018.

    Baca: Polri Minta Aris Budiman Sampaikan Pendapat Sesuai Prosedur KPK

    Usai pelantikan Deputi Penyidikan KPK, Firli pada Jumat, 6 April 2018, Aris Budiman sempat menyampaikan rasa kesalnya terhadap KPK melalui media. Ia naik pitam karena disebut sebagai kuda troya dalam tubuh lembaga antirasuah tersebut

    Kekesalan Aris berawal saat dia menerima e-mail soal penerimaan pegawai. Salah satunya kepala satuan tugas dari penyidik Polri yang diminta kembali ke KPK. Menurut Aris, dia adalah penyidik yang baik. "Dan di dalam KPK dikembangkan seolah-olah saya seperti kuda troya dan saya balas e-mail itu," ujarnya saat itu.

    Baca: Saat Dirdik KPK Aris Budiman Kesal Disebut Kuda Troya

    Febri mengatakan salah satu pemeriksaan nanti akan meminta klarifikasi dari Aris Budiman. Selain itu, pemeriksaan akan melihat krrnologi dari peristiwa tersebut. "Nanti keputusannya akan nanti akan disampaikan," ujarnya.

    Menurut Febri, penyampaian putusan juga akan disertai dengan putusan KPK terkait kehadiran Aris Budiman dalam rapat panitia khusus hak angket KPK di DPR beberapa waktu lalu. Febri menyebut ada prosedur administrasi yang belum dipenuhi sehingga keputusan KPK terkait kedatangan tersebut belum diumumkan secara resmi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.