Viral #2019GantiPresiden, PDIP: Pede Aja

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan kader PDIP melambaikan salam metal saat penutupan Rakernas III PDIP di Sanur, Denpasar, Bali, 25 Februari 2018. Salam ini juga dapat diartikan nomor urut PDIP dalam Pemilu 2019. Johannes P. Christo

    Ratusan kader PDIP melambaikan salam metal saat penutupan Rakernas III PDIP di Sanur, Denpasar, Bali, 25 Februari 2018. Salam ini juga dapat diartikan nomor urut PDIP dalam Pemilu 2019. Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan bidang Kemaritiman, Rokhmin Dahuri mengatakan munculnya gerakan tagar  #2019GantiPresiden merupakan hal yang wajar. Ia menilai gerakan itu merupakan strategi dan taktik sekaligus sinyal dari pihak lain yang ingin berkompetisi dalam pilpres 2019.

    “Kami tetap berkeyakinan, karena pada akhirnya kan yang memilih rakyat. Kami yakin masyarakat pun tidak bodoh seperti dulu. Masyarakat bisa menilai mana yang baik dan tidak, jadi kami sih pede (percaya diri) aja,” kata Rokhmin saat ditemui di Kantor PDIP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada Ahad, 8 April 2018.

    Baca: Ada #2019GantiPresiden, Gerindra Minta Jokowi Jangan Baper

    Gerakan tagar #2019GantiPresiden menjadi viral di media sosial setelah dicetuskan pertama kali oleh politikus Partai Keadilan Sejahtera, Mardani Ali Sera. Gerakan ini, kata Mardani, dibuat untuk mendidik masyarakat dalam berpolitik sekaligus antitesis dari gerakan yang sudah bergulir, yaitu "Dua Periode" untuk Presiden Joko Widodo.

    Beberapa partai juga memberi tanggapan soal gerakan ini, salah satunya Gerindra. Wakil Sekretaris Jenderal Gerindra, Andre Rosiade, mengatakan gerakan #2019GantiPresiden adalah gerakan konstitusional untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dan jauh dari makar. "Gerakan itu harus didukung dalam perspektif evaluasi terhadap pemerintah,” kata dia.

    Baca: #2019GantiPresiden, Demokrat: Tak Mungkin Semua Dukung Jokowi

    Rokhmin mengatakan, dibandingkan memikirkan gerakan #2019GantiPresiden, pihaknya saat ini tengah fokus menunjukan kinerja yang baik kepada masyarakat, salah satunya seperti melalui 16 paket kebijakan ekonomi.

    Ia mengklaim kebijakan tersebut telah memperbaiki iklim investasi dan meningkatkan kemudahan berbisnis. Seperti misalnya pembangunan kawasan industri di Cileungsi, Bogor, yang mengurangi ketergantungan impor di Indonesia.

    Baca: Relawan Gojo Punya Tagar Tandingan #2019GantiPresiden


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.