Jokowi: Jangan Sampai Tak Menyapa Tetangga Gara-gara Pemilu

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi meninjau pekerja padat karya pembangunan jalur ganda kereta api Bogor-Sukabumi di Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat, 7 April 2018. Presiden Jokowi menumpang Kereta Api Luar Biasa RI-1 untuk menuju lokasi tersebut. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Jokowi meninjau pekerja padat karya pembangunan jalur ganda kereta api Bogor-Sukabumi di Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat, 7 April 2018. Presiden Jokowi menumpang Kereta Api Luar Biasa RI-1 untuk menuju lokasi tersebut. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Sukabumi - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpesan agar masyarakat tetap menjaga persatuan, terutama di tahun politik. Dia tak ingin perbedaan pilihan politik memecah Indonesia.

    "Jangan sampai karena pilihan presiden atau gubernur, atau bupati atau wali kota, antar tetangga menjadi tidak saling menyapa, antar kampung tidak rukun, antar saudara tidak rukun," ujar Jokowi di Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu, 7 April 2018.

    Baca: Bagikan Sertifikat Tanah, Jokowi Umbar Lagi Janji Pecat Menteri

    Jokowi mengatakan pemilihan umum merupakan pesta demokrasi yang hanya berlangsung lima tahun sekali. Dia mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkannya dengan baik.

    Seperti diketahui, Pilkada 2018 akan dilakukan secara serentak di 171 daerah. Sementara pada 2019, pesta demokrasi lima tahunan akan berlangsung dengan digelarnya pemilihan legislatif dan pemilihan presiden.

    Baca: Jokowi: Semua Perbedaan Tidak Harus Diseragamkan

    Meski berbeda pilihan, usai pemilu masyarakat harus kembali bersatu. "Jadi silakan pilih yang baik, setelah itu rukun kembali," kata Jokowi. 

    Dia mengatakan, Indonesia akan sangat merugi jika terjadi keretakan di masyarakat. Jokowi menuturkan perbedaan adalah anugerah. Indonesia mendapat anugerah dengan kemajemukan suku, bahasa, pulau, adat, dan lainnya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.