Bertemu Budayawan, Jokowi: Infrastruktur Mempersatukan Indonesia

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kiri) didaulat melukis karya bertajuk

    Presiden Jokowi (kiri) didaulat melukis karya bertajuk "Indonesia Maju" saat menerima budayawan di beranda Istana Merdeka, Jakarta, 6 April 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam pertemuan dengan para budayawan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 6 April 2018, Presiden Joko Widodo menyatakan pembangunan infrastruktur akan mempersatukan rakyat Indonesia. Menurut Jokowi, infrastruktur tidak hanya masalah ekonomi. “Dalam pemahaman saya tidak seperti itu, infrastruktur akan mempersatukan kita," kata Presiden Jokowi.

    Jokowi menceritakan, infrastruktur bisa mempersatukan ketika ia terbang dari Banda Aceh di Provinsi Aceh ke Wamena di Papua dalam waktu 9 jam 15 menit. “Supaya menyadarkan bahwa bangsa ini bangsa yang besar," ucapnya.

    Baca:
    Jokowi: Pembangunan Infrastruktur untuk...
    Tanggapi Pendapat Infrastruktur Tak Penting, Ini Status FB Jokowi...

    Jika terbang dari London, Inggris, dengan waktu tempuh sembilan jam, kita akan sampai di Istanbul, Turki. “Kalau tidak kita siapkan (infrastruktur), entah itu airport, pelabuhan, jalannya, ketimpangan antarwilayah semakin besar.” Menurut Jokowi, infrastruktur harus disiapkan untuk mengurangi ketimpangan. Sebab, rakyat tidak bisa bersatu jika masih ada ketimpangan.

    Jokowi menerangkan, pada era kepemimpinannya, pemerintah memulai investasi infrastruktur karena Indonesia sudah tertinggal terlalu jauh oleh negara lain. Jadi, ia banyak melakukan pembangunan fisik, khususnya di Indonesia timur. "Indonesia bagian timur wilayahnya jauh sekali kondisinya dibanding yang kita nikmati di Jawa," tuturnya.

    Jokowi menceritakan pengalamannya mengunjungi Wamena, tiga tahun lalu. Di sana, kata dia, harga bahan bakar minyak sangat mahal. "Kita (di Jawa) Rp 6.450, di sana Rp 60 ribu." Saat cuaca buruk, harga BBM di Wamena bisa menyentuh Rp 100 ribu per liter, karena ketidaksiapan infrastruktur untuk mendukung harga yang sama seperti di Jawa.

    Baca juga:
    Baru Diresmikan Jokowi, Jalan Tol Ngawi...
    Setelah Infrastruktur, Jokowi Fokus Kembangankan SDM

    Di Kabupaten Nduga, kata Jokowi, tidak ada jalan beraspal 1 meter pun. Dari Wamena ke Nduga butuh waktu 4 hari 4 malam dengan berjalan kaki, naik-turun gunung, dan masuk-keluar hutan. "Itulah yang saya lihat di sana. Di Wamena saya lihat, di Nduga juga saya lihat.”

    Jika di Wamena harga bensin Rp 60 ribu per liter, apalagi di Nduga. Di kabupaten itu, ucap Presiden Jokowi, tidak ada yang menjual bensin karena semuanya berjalan kaki. “Ini fakta yang saya lihat dan kita hadapi."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.