Fredrich Yunadi Sebut Ada Politikus Golkar yang Ikut Bopong Setya

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa kasus dugaan merintangi penyidikan korupsi KTP elektronik Fredrich Yunadi (tengahi) menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 22 Maret 2018. ANTARA

    Terdakwa kasus dugaan merintangi penyidikan korupsi KTP elektronik Fredrich Yunadi (tengahi) menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 22 Maret 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Fredrich Yunadi mengatakan politikus Golkar, Aziz Samual ikut membopong Setya Novanto ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau usai mengalami kecelakaan pada 16 November 2017.

    Menurut dia, Aziz saat itu ditemani Ajun Komisaris Reza Pahlevi, ajudan Setya. “Yang mengangkat, mengantar dan mengurus adalah mereka berdua,” kata Fredrich saat menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Kamis, 5 April 2018.

    Fredrich pun meminta Reza dan Aziz dihadirkan di pengadilan. Tujuannya agar keterangan para saksi lain dapat diadu dengan keterangan mereka berdua. Menurut dia, saat itu Reza dan Aziz mengantarkan Setya dari mobil hingga menuju kamar VIP 323.

    Baca: Fredrich Yunadi Minta Perawat RS Medika Disumpah Pocong

    Dalam persidangan dengan terdakwa Fredrich yang digelar hari ini, jaksa menghadirkan petugas keamanan RS Medika Permata Hijau, Abdul Aziz.

    Abdul bersaksi bahwa pada saat bertemu di rumah sakit, ia mengira Aziz merupakan asisten Setya. Di persidangan, Abdul menggambarkan Aziz saat itu berbaju putih, muda, tinggi dan tegap badannya tegap.

    Abdul juga mengatakan Fredrich meminta tolong kepadanya untuk memindahkan Setya dari mobil ke brankar. Menurut Abdul, Fredrich tiba di rumah sakit sekitar pukul 19.00 WIB.

    Baca: Ditegur Jaksa, Fredrich Yunadi: Pendidikan Saya Lebih Tinggi...

    Keterangan tersebut dibantah Fredrich. Menurut Fredrich, berdasarkan waktu yang tercatat di tiket parkir, ia baru tiba di RS pukul 19.28 WIB. “Bagaimana saya sebelum jam 7 saya ada di lobi dan teriak-teriak minta tolong,” kata Fredrich. Namun Abdul tetap berkukuh dirinya dimintai tolong Fredrich untuk mengangkat Setya. Karena itu, Fredrich ingin Reza dan Aziz dihadirkan dalam persidangan.

    Fredrich Yunadi didakwa menghalangi penyidikan KPK terhadap kliennya yakni Setya Novanto dengan merekayasa kecelakaan. Ia juga diduga bersekongkol dengan dokter Bimanesh Sutarjo untuk merekayasa rekam medis Setya Novanto demi menghindari penyidikan oleh KPK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Rencana Pendapatan dari Pajak 2019 BPRD DKI Jakarta

    Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menetapkan target pendapatan dari pajak sebesar Rp 44,18 triliun pada 2019. Berikut rincian target BPRD.