Kompol Fahrizal, Wakapolres Lombok Tengah Tembak Mati Adik Ipar

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penembakan. dentistry.co.uk

    Ilustrasi penembakan. dentistry.co.uk

    TEMPO.CO, Medan - Wakil Kepala Kepolisian Resor Lombok Tengah, Komisaris Fahrizal, menembak mati adik iparnya, Jumingan alias Iwan. Kejadian terjadi saat anggota polisi itu mengunjungi rumah ibunya di Medan pada Rabu malam, 4 April 2018.

    "Korban saat ini di rumah sakit Bhayangkara. Di bagian tubuh korban ada enam tembakan", kata Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw saat keterangan pers di Aula Ditreskrimum Mapoldasu pada Kamis, 5 April 2018.

    Paulus memaparkan, dari hasil pemeriksaan terdapat lima proyektil yang bersarang di tubuh korban, masing-masing ada tiga di bagian kepala dan dua di paha. Sedangkan satu proyektil lainnya ditemukan di lokasi kejadian.

    Baca: Penyebab Polisi Tembak Mati Dua Pelaku Perampokan Sadis di Bekasi

    Kejadian bermula saat Kompol Fahrizal  dan istri mengunjungi rumah ibunya yang baru pulih dari sakit. Saat disuguhi minuman oleh istri Jumingan, Kompol Fahrizal  terlihat menodongkan senjata ke arah sang ibu.

    Jumingan yang juga berada di tempat yang sama mencoba mencegah Kompol Fahrizaldengan mengatakan "Jangan bang". Namun Kompol Fahrizal justru mengalihkan senjata apinya ke arah korban dan seketika langsung menembaki korban.

    Usai kejadian, Kompol Fahrizal beserta istri dan ibu mereka langsung menuju kepolisian sektor setempat untuk menyerahkan diri. Petugas polsek selanjutnya menyerahkan Kompol Fahrizal ke Polrestabes Medan. "Saat diwawancarai di Polrestabes, pelaku Kompol F tidak menyesal melakukan penembakan terhadap adik iparnya itu," kata Paulus.

    Baca: Polisi Tak Sengaja Tembak TNI di Depan Istana

    Kepolisian juga telah menyita sejumlah barang, termasuk sepucuk senjata jenis revolver milik Kompol Fahrizal. Para saksi-saksi juga terus dimintai keterangannya untuk menungkap motif Kompol Fahrizal yang sebenarnya.

    Menurut Paulus, petugas juga telah memeriksa kesehatan dan psikologis Kompol Fahrizal.
    "Kesehatan tersangka dinyatakan normal. Namun secara psikologis masih didalami," ujarnya.

    Akibat perbuatannya, mantan Kepala Satuan Reskrim Polresta Medan tersebut dijerat dengan Pasal 340 juncto Pasal 338 KUHP. Kompol Fahrizal terancam dijatuhkan hukuman mati atau penjara seumur hidup.

    Baca: Melawan, Pencuri Rumah Kosong Tangerang Selatan Ditembak Polisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.