Fredrich Yunadi Minta Perawat RS Medika Disumpah Pocong

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fredrich Yunadi menunjukkan foto di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat bahwa benjolan di dahi Setya Novanto sebesar bakpao, Kamis 5 April 2018. TEMPO/Alfan Hilmi.

    Fredrich Yunadi menunjukkan foto di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat bahwa benjolan di dahi Setya Novanto sebesar bakpao, Kamis 5 April 2018. TEMPO/Alfan Hilmi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa kasus perintangan penyidikan, Fredrich Yunadi, meminta perawat Rumah Sakit Medika, Permata Hijau, Indri Astuti, disumpah pocong. Sebab, Fredrich menganggap Indri kerap berbohong saat menjadi saksi terkait dengan sakit Setya Novanto.

    “Kalau enggak, dia suruh sumpah pocong, Pak Hakim,” kata Fredrich saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis, 5 April 2018.

    Baca: Ditegur Jaksa, Fredrich Yunadi: Pendidikan Saya Lebih Tinggi...

    Tidak hanya sumpah pocong, Fredrich meminta hakim agar saksi diperiksa dengan lie detector atau alat pendeteksi kebohongan. Awalnya, Fredrich membahas luka-luka, yang menurut dia, ada pada dada Setya Novanto.

    Fredrich berujar bahwa pada hari ketika kecelakaan, dada kiri Setya menghitam. “Apakah saksi tahu di dada sebelah kirinya ada luka hitam?” katanya ke Indri.

    Indri menjawab bahwa dia tidak melihat ada luka hitam pada dada Setya. Indri mengaku bersama perawat lainnya, yaitu Nurul Rahmah Nuari, telah memeriksa secara detail luka-luka pada badan Setya.

    Simak: 6 Tingkah Fredrich Yunadi yang Menarik Perhatian di Persidangan

    Fredrich juga berkukuh luka pada dahi Setya tidak hanya sebesar kuku orang dewasa. Untuk mendukung argumennya, Fredrich kemudian menunjukkan foto Setya Novanto ketika tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, 19 November 2017. “Coba dilihat sebelah kiri jidatnya, ini bengkaknya masih gede banget,” ucapnya.

    Menurut dia, seharusnya benjolan di dahi Setya jauh lebih besar saat kecelakaan terjadi. “Jadi kalau berobat itu seharusnya makin kempis bukan makin gede. Berarti di tanggal 16 jauh lebih besar,” ujar Fredrich.

    Namun Indri tetap berkukuh benjolan pada dahi Setya Novanto saat itu tidak sampai sebesar bakpao. “Saya lihat saat itu hanya ada dua benjolan sebesar kuku saya, memanjang di dahi kiri,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.