Prabowo Dituding Pakai Strategi Donald Trump, Fadli Zon: Keliru

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Badan Komunikasi Gerindra Fadli Zon (kiri) dan Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra Hashim Djojohadikusumo memberikan keterangan kepada media disela acara Temu Koordinasi pengurus Badan Komunikasi Gerindra di DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta, 20 Maret 2018. Tempo/Imam Hamdi

    Ketua Badan Komunikasi Gerindra Fadli Zon (kiri) dan Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra Hashim Djojohadikusumo memberikan keterangan kepada media disela acara Temu Koordinasi pengurus Badan Komunikasi Gerindra di DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta, 20 Maret 2018. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon tidak setuju jika ketua umum partainya, Prabowo Subianto, disebut meniru strategi Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat pada 2016.

    "Saya kira itu pandangan yang keliru," kata Fadli di gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 5 April 2018.

    Kemiripan strategi itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari pada Selasa, 3 April 2018. Qodari mengatakan keduanya menyebarkan pesimisme dan ketakutan.

    Baca juga: Usung Prabowo, Gerindra Tidak Takut Lawan Jokowi di Pilpres 2019

    Menurut Qodari, isu yang digiring oleh Prabowo dan Trump memiliki kesamaan. Salah satunya, mempertentangkan kalangan atas dan bawah dengan membahas kesenjangan. Selanjutnya, sorotan terhadap ancaman asing. Trump pernah menyebut Amerika berada di bawah ancaman Cina, Islam, hingga imigran Meksiko.

    Fadli menampik Prabowo menggunakan isu yang sama dengan Trump. Menurut dia, Prabowo lebih menekankan permasalahan ekonomi, ketimpangan sosial, dan kemiskinan.

    "Pak Prabowo tidak menaburkan ketakutan, yang disampaikan Pak Prabowo itu adalah kenyataan apa adanya dan disampaikan dengan basis data dan fakta," ujar Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu.

    Baca juga: Sebar Ketakutan, Prabowo Dinilai Tiru Strategi Donald Trump

    Sebelumnya, Prabowo pernah menyinggung kemungkinan Indonesia bubar pada 2030. Meski mengacu pada karangan fiksi ilmiah, Prabowo mengatakan potensi itu tetap ada lantaran elite Indonesia saat ini tak peduli meski 80 persen tanah di Indonesia dikuasai oleh satu persen rakyat.

    Saat berpidato di Gedung Serbaguna Isnata Kana, Cikampek, Sabtu, 31 Maret 2018, Prabowo menyatakan tak suka pada elite politik sekarang karena banyak yang menipu. Para elite itu juga dituding menganut paham neoliberalisme di Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.