Kepada Din Syamsuddin, Sukmawati Akui Pengetahuan Agamanya Minim

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dubes Palestina Zuhair al-Shun (kiri) bersama Ketua PPIP Din Syamsudin saat pertemuan solidaritas menolak keputusan sepihak Presiden AS Donald Trump yang diadakan oleh Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina (PPIP) di kantor Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC), Kebayoran Baru, Jakarta, 11 Desember 2017. PPIP mengecam keputusan  Trump terkait pernyataan yang sangat kontroversial tentang pemindahan ibukota Israel ke Yerusalem. Tempo/Ilham Fikri

    Dubes Palestina Zuhair al-Shun (kiri) bersama Ketua PPIP Din Syamsudin saat pertemuan solidaritas menolak keputusan sepihak Presiden AS Donald Trump yang diadakan oleh Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina (PPIP) di kantor Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC), Kebayoran Baru, Jakarta, 11 Desember 2017. PPIP mengecam keputusan Trump terkait pernyataan yang sangat kontroversial tentang pemindahan ibukota Israel ke Yerusalem. Tempo/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban Din Syamsuddin mengatakan Sukmawati Soekarnoputri menemuinya pada Selasa sore, 3 April 2018 mengenai kontroversi puisinya 'Ibu Indonesia'. Din bercerita, di hadapannya Sukmawati mengakui pengetahuan agamanya terbatas meski ia dan keluarga telah dididik tentang Islam oleh ayahnya, Presiden Soekarno. 

    Din yang menyarankan agar Sukmawati meminta maaf kepada umat Islam. Sukma, kata dia, menyampaikan sudah ada niat untuk meminta maaf secara terbuka. Sukma meminta maaf dalam konferensi pers, Rabu, 5 April 2018. "Saya yakin umat Islam akan memaafkannya karena itu adalah akhlak Islam," katanya di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, 5 April 2018.

    Baca: 
    Pelaporan Sukmawati Soekarnoputri Sarat Kepentingan Politik
    Kontroversi Puisi Sukmawati Soekarnoputri, Ini ...

    Din juga meminta Sukma agar memperdalam agama Islam dan disanggupi. "Ada pengajian di rumah saya dan beliau bersedia untuk hadir."

    Mengenai puisi Ibu Indonesia, Din menilai bila ada bait yang berpotensi menyinggung umat Islam. Salah satunya adalah saat Sukmawati membandingkan suara azan dengan kidung tradisional. "Ini menimbulkan masalah dan ternyata beliau agak tersentak.” Din menyimpulkan Sukma agak kaget karena tidak berniat sama sekali untuk melecehkan atau menghina umat Islam." 

    Baca juga:
    Ramai-ramai Melaporkan Sukmawati ...
    Sambil Menangis, Sukmawati Soekarnoputri ...

    Sukma mengatakan puisi itu ditulisnya sebagai upaya mengekspresikan rasa prihatin atas kurangnya wawasan kebangsaan rakyat Indonesia. Dia berharap melalui puisi itu masyarakat Indonesia tidak melupakan jati dirinya. "Saya rangkum semata-mata untuk menarik perhatian anak-anak bangsa untuk tidak melupakan jati diri Indonesia," ujarnya.

    Sukmawati juga menuturkan puisi itu dibacakan karena kesesuaian tema acara dan isi puisinya. Dia mengatakan ingin mengekspresikan isi hatinya melalui suara kebudayaan dalam acara itu.

    Simak: PA 212 Bakal Melaporkan Sukmawati ...

    Kini ia merasa tergerak untuk memahami masyarakat Islam Nusantara seperti yang dicita-citakan ayahnya, Soekarno. "Islam bagi saya begitu agung, mulia dan indah. Puisi itu juga merupakan bentuk penghormatan saya terhadap Indonesia yang kaya akan tradisi," kata Sukma.

    Puisi yang menuai polemik itu dibacakan Sukmawati pada acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018. Di dalam puisi itu, Sukmawati membandingkan azan dengan kidung dan cadar dengan konde. Protes berdatangan dari berbagai organisasi dan partai politik. Sukma dilaporkan oleh setidaknya tiga pihak pada Selasa lalu, 3 April 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.