Disarankan Pindah ke Rusia oleh Surya Paloh, Ini Kata Fadli Zon

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Badan Komunikasi Gerindra Fadli Zon (kiri) dan Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra Hashim Djojohadikusumo memberikan keterangan kepada media disela acara Temu Koordinasi pengurus Badan Komunikasi Gerindra di DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta, 20 Maret 2018. Tempo/Imam Hamdi

    Ketua Badan Komunikasi Gerindra Fadli Zon (kiri) dan Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra Hashim Djojohadikusumo memberikan keterangan kepada media disela acara Temu Koordinasi pengurus Badan Komunikasi Gerindra di DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta, 20 Maret 2018. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Gerindra, Fadli Zon, menganggap komentar Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, yang menyarankannya tinggal di Rusia apabila mengidolakan sosok seperti Presiden Rusia Vladimir Putin, sebagai hiburan.

    "Kalau logikanya seperti itu, masak kita suka sama siapa lalu pindah ke sana?" kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 4 April 2018.

    Baca: Dukung Gerakan #2019GantiPresiden, Fadli Zon Ingin Cari Kausnya

    Dalam wawancara dengan pewarta beberapa waktu lalu, Surya Paloh mengatakan menghargai kalau Fadli memang senang kepada Putin layaknya rakyat Rusia. "Tapi ini kan rakyat Indonesia senang pada Jokowi, ya, tinggal di Indonesia," ujarnya.

    Menurut Surya, Indonesia butuh pemimpin yang tegas, yang mampu mempersatukan seluruh semangat membangun negeri, dan pekerja keras. Selain itu, kata dia, butuh sosok yang mau mengakui kekurangan.

    Fadli menegaskan Putin adalah orang hebat, termasuk dalam kepemimpinan. "Kalau mau lihat kepemimpinannya, tonton saja film dokumenter yang isinya wawancara dari sutradara terkenal Oiver Stone dan Putin," ucapnya.

    Baca: Kata Fadli Zon Soal Kegamangan Prabowo Maju Capres

    Fadli terus memuji Putin, yang menjabat Presiden Rusia selama empat periode, sebagaimana cuitannya beberapa waktu lalu. Dia berujar Putin punya kecerdasan, keberanian, visi yang jauh ke depan, tidak plonga-plongo, dan tidak banyak hutang. "Pokoknya banyaklah sisi baik dari kepemimpinan Putin," tuturnya.

    Sementara itu, dia menilai Presiden Joko Widodo terbukti gagal dalam memimpin Indonesia. Jokowi dinilai gagal memenuhi janji-janjinya. Padahal, kata Fadli, bekas Wali Kota Solo itu telah diberi kesempatan sejak 2014.

    "Mau bangun 50 ribu puskemas dalam lima tahun, tunjukin, dong. Mau buyback Indosat, mana langkah-langkahnya? Mau buat Pertamina lebih hebat dari Petronas, mana?" katanya. Adapun Prabowo Subianto hingga kini, dia melanjutkan, belum teruji. "Kalau diberi kesempatan, baru," ujar Fadli Zon. (*)

    Lihat video webseries ini: Anak Muda Ini 4 Tahun Bisa Membikin 118 Kafe



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?