Respon Puisi Sukmawati, Alumni 212 Gelar Unjuk Rasa Jumat Lusa

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dermawan memborong dagangan beberapa pedagang untuk di gratiskan kepada pajalan kaki untuk alumni 212. Jalan Usman Harun, Jakarta Pusat, Sabtu, 2 Desember 2017. Maria Fransisca.

    Dermawan memborong dagangan beberapa pedagang untuk di gratiskan kepada pajalan kaki untuk alumni 212. Jalan Usman Harun, Jakarta Pusat, Sabtu, 2 Desember 2017. Maria Fransisca.

    TEMPO.CO, Jakarta - Persaudaraan Alumni 212 mengatakan akan menggelar unjuk rasa aksi bela Islam pada Jumat 6 April 2018. Aksi itu merupakan reaksi atas puisi yang dibacakan oleh Sukmawati Soekarnoputri yang dianggap menodai agama Islam.

    “Sekitar 10 ribu massa akan hadir,” kata perwakilan PA 212, Dedy Suhardadi, saat ditemui usai membuat laporan di Badan Reserse Kriminal Polri, Jakarta Pusat, Rabu, 4 April 2018.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan titik awal kumpul massa akan berada di masjid Istiqlal. Setelah solat Jumat, massa akan melakukan long march menuju Bareskrim Polri. Tema dari aksi itu adalah “tangkap dan tahan”.

    Baca juga: Guruh Nilai Puisi Sukmawati Soekarnoputri Tak Menyinggung SARA

    "Aksi ini untuk men-support Bareskrim mengusut kasus penodaan agama. Siapapun pelakunya," kata Dedy.

    Puisi berjudul “Ibu Indonesia” yang dibacakan oleh Sukmawati menjadi viral karena dianggap mengandung kata-kata yang menyakiti hati umat Islam, seperti soal syariat Islam, cadar, hingga suara azan. Puisi itu dibacakan di acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018, Jakarta, 29 Maret 2018 silam. Akibat puisi itu, beberapa pihak melaporkan Sukmawati ke polisi.

    Sukmawati telah meminta maaf atas puisinya itu karena sudah menimbulkan kontroversi di masyarakat dan dianggap melecehkan agama Islam. "Saya mohon maaf lahir batin kepada umat Islam Indonesia khususnya bagi yang merasa tersinggung dan berkeberatan dengan puisi Ibu Indonesia," kata dia sambil menyeka air matanya di Warung Daun Cikini hari ini.

    Baca juga: Sambil Menangis, Sukmawati Soekarnoputri Minta Maaf atas Puisinya

    Sukmawati mengatakan tidak bermaksud menghina umat Islam di Indonesia lewat puisinya. Putri Proklamator Soekarno itu mengatakan ia merupakan seorang muslimah dan merasa bersyukur serta bangga dengan ke-Islamannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.