KPK Akan Seleksi Ulang Calon Direktur Penyidikan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Agus Rahardjo, merilis sketsa terduga pelaku penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, 24 November 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua KPK Agus Rahardjo, merilis sketsa terduga pelaku penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, 24 November 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK akan kembali membuka seleksi untuk posisi Direktur Penyidikan KPK lantaran tidak ada peserta seleksi yang memenuhi kriteria.

    "Mungkin akan diulang, karena tidak ada yang sesuai dengan kompetensi yang kami inginkan," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung Merah Putih KPK pada Selasa, 3 April 2018.

    Baca: Jaksa dan Polisi Berebut Kursi Heru Winarko di KPK

    KPK tengah mencari pengganti dari Aris Budiman, Direktur Penyidikan KPK yang sekarang. Sebelumnya, tiga nama sudah dinyatakan lolos untuk mengikuti tes wawancara, yaitu penyidik Polri yang bertugas di KPK. Mereka adalah Komisaris Besar Edy Supriyadi, Staf SDM Mabes Polri Komisaris Besar Andy Hartoyo, serta Kepala Sub-Direktorat IV Tipikor Bareskrim Polri Komisaris Besar Djoko Poerwanto.

    Agus mengatakan, KPK ingin dirdik memiliki track check dan bcckground yang bagus sehingga perlu dilakukan seleksi ulang. Untuk jadwal penyeleksian ulang tersebut, Agus menyebutkan KPK belum mengagendakannya. "Tunggu saja," ujarnya.

    Baca: 13 Nama Calon Deputi dan Direktur Penindakan KPK

    Selain Dirdik, KPK kini tengah menyeleksi Deputi Penindakan KPK. Untuk jabatan ini, Agus mengaku sudah mengantongi nama untuk mengisi jabatan yang ditinggalkan oleh Heru Winarko yang kini menjabat sebagai Kepala Bandan Narkotika Nasional. "Kalau untuk Deputi Penindakan Insya Allah sudah dapat," ujarnya.

    Ada pun tiga nama yang telah mengikuti hingga tes wawancara Deputi Penindakan KPK, yaitu Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat Brigadir Jenderal Firli, jaksa Wisnu Baroto serta jaksa Witono.


  • KPK
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.