Gaya Iriana Jokowi Kampanye Antinarkoba ke Para Remaja

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Istri Jokowi Widodo, Iriana Jokowi dan Istri Jusuf Kalla Mufida Kalla, meresmikan Taman Indah Malino di Gowa, Sulsel, 25 September 2014. Taman bunga seluas dua hektar ini miliki dua varietas bunga yakni Anggrek dan Krisan dengan produksi 15-50 ribu tangkai per bulan. TEMPO/Hariandi Hafid

    Istri Jokowi Widodo, Iriana Jokowi dan Istri Jusuf Kalla Mufida Kalla, meresmikan Taman Indah Malino di Gowa, Sulsel, 25 September 2014. Taman bunga seluas dua hektar ini miliki dua varietas bunga yakni Anggrek dan Krisan dengan produksi 15-50 ribu tangkai per bulan. TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, Denpasar - Ibu Negara Iriana Jokowi pada Selasa, 3 April 2018, berkunjung ke Bali untuk kampanye antinarkoba, pornografi, serta kekerasan perempuan dan anak. Didampingi Mufidah Kalla, acara kampanye antinarkoba Iriana juga diikuti rombongan Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja.

    "Semangat memberantas narkoba yang banyak di Indonesia," kata Iriana saat menyapa para peserta yang hadir di Hotel Aston, Denpasar, Selasa.

    Saat kunjungan itu, Iriana berinteraksi dengan melibatkan para pelajar untuk mensosialisasikan antinarkoba. Iriana sempat mengajak salah satu pelajar tingkat sekolah menengah atas terlibat percakapan di depan hadirin.

    Baca: Cerita Jokowi dan Iriana Jalan Kaki ke Resepsi Anak Pawang Rusa

    Iriana berpura-pura menjadi rekan pelajar tersebut. Ia mengumpamakan seandainya dirinya pengguna narkoba, bagaimana respons pelajar tersebut untuk menasihati. Dialog Iriana dengan siswa tersebut berkali-kali mengundang tawa para peserta yang berjumlah sekitar 1.500 orang.

    Menurut Kepala Badan Narkotika Nasional Bali Brigadir Jenderal I Putu Gede Suastawa, kalangan pelajar cenderung rentan terlibat sebagai pengguna narkoba meskipun kalangan pelajar bukanlah golongan yang memiliki uang banyak untuk bisa membeli narkoba.

    "Yang belum menggunakan (narkoba), kuatkan proteksi diri tinggi. Proses pencegahan disebarkan dan rehabilitasi itu diperluas," ujarnya.

    Jadi, kata Suastawa, yang terpenting adalah mencegah narkoba melalui sosialisasi dalam pelajaran di sekolah. "Efektif, itu penting," ucapnya. Ia menjelaskan, pada 2016, sosialisasi antinarkoba masuk kurikulum pelajaran agama, bahasa Indonesia, pendidikan kewarganegaraan, serta pendidikan jasmani dan kesehatan.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.