Rapat Batal, Jokowi Akan Melayat Besan di Solo

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi seusai bertemu dengan Ulama se-Bandung Raya di Istana Merdeka, Jakarta, 3 April 2018. Dari pertemuan dengan ulama, Jokowi ingin mendengar suara sekaligus masukan terkait permasalahan teraktual. TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi seusai bertemu dengan Ulama se-Bandung Raya di Istana Merdeka, Jakarta, 3 April 2018. Dari pertemuan dengan ulama, Jokowi ingin mendengar suara sekaligus masukan terkait permasalahan teraktual. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta -- Presiden Joko Widodo membatalkan dua rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 3 April 2018. "Iya beliau mau melayat ke Solo," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan alasan pembatalan rapat, di kantor wakil presiden, Jakarta, Selasa, 3 April 2018.

    BACA: Besannya Meninggal, Jokowi Pulang ke Solo Malam Ini

    JK juga dijadwalkan menghadiri rapat yang membahas soal penataan administrasi kependudukan pasca putusan Mahkamah Konstitusi dan Rancangan Undang-Undang tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

    Meski rapat dibatalkan, JK tetap menyambangi Istana Kepresidenan untuk menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Didit Supriyadi, besan Jokowi. "Kita ucapkan bela sungkawa yang dalam atas meninggalnya," ujar JK.

    BACA: Pulang ke Solo, Jokowi Dua Kali Menengok Besannya di Rumah Sakit

    Mertua Gibran Rakabuming, Didit Supriyadi meninggal, Selasa, 3 April 2018. Besan Presiden Joko Widodo atau Jokowi itu meninggal setelah dirawat di rumah sakit.

    Menurut salah satu kerabat Jokowi, Haryanto, ayah Selvi Ananda itu sudah cukup lama dirawat di Rumah Sakit dr Moewardi, Solo. Jokowi, kata dia, juga sempat menjenguk besannya itu di rumah sakit.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.