Besannya Meninggal, Jokowi Pulang ke Solo Malam Ini

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Selvi Ananda (kiri) bersama ayah dan ibunya, Didit Suprijadi dan Sri Partini, pada saat  prosesi siraman di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Rabu, 10 Juni 2015. Selvi akan menikah dengan putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka. ANTARA/Maulana Surya

    Selvi Ananda (kiri) bersama ayah dan ibunya, Didit Suprijadi dan Sri Partini, pada saat prosesi siraman di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Rabu, 10 Juni 2015. Selvi akan menikah dengan putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka. ANTARA/Maulana Surya

    TEMPO.CO, Jakarta -Presiden Jokowi memutuskan pulang ke Solo, Jawa Tengah untuk melayat Didit Supriyadi, besannya yang meninggal dunia, Selasa 3 April 2018. Jokowi mendapat kabar duka itu dari putra sulungnya, Gibran Rakabuming, pagi tadi.

    "Ya nanti malam (ke Solo)," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 3 April 2018.

    Jokowi menuturkan mertua Gibran itu memang sudah sakit sejak lama. Ia sempat menjenguknya saat pulang ke Solo di libur panjang akhir pekan lalu. "Kemarin terakhir menengok," tuturnya.

    BACA: Pulang ke Solo, Jokowi Dua Kali Menengok Besannya di Rumah Sakit

    Ayah Selvi Ananda itu diketahui tutup usia di Rumah Sakit dr Moewardi, Solo, pukul 09.00 WIB. Juru Bicara RSUD dr Moerwardi Eko Haryati menuturkan, Didit sudah beberapa hari dirawat di rumah sakit.

    Jenazah Didit baru dipulangkan ke rumah duka, di kawasan Sumber, tak jauh dari kediaman Presiden Jokowi pada tengah hari. Sebelumnya jenazah disucikan terlebih dahulu di rumah sakit.

    Menurut Eko, Didit menjalani rawat inap di Rumah Sakit sejak 10 Maret lalu. Kondisinya sempat membaik dan sudah pulang ke rumah. Namun belakangan kondisinya memburuk sehingga harus kembali dirawat.

    Eko menolak menjelaskan penyakit yang diderita besan Jokowi. Alasannya hal itu adalah privasi pasien dan keluarga.

    Didit dirawat di bangsal perawatan yang ada di ruang VVIP Cendana. 

    AHMAD FAIZ | AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.