Kasus E-KTP, KPK Kembali Periksa Keponakan Setya Novanto

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera, yang juga keponakan terdakwa Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi, seusai menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, Senin, 2 April 2018. Irvanto Hendra Pambudi, diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Made Oka Masagung, terkait kasus tindak pidana korupsi e-KTP. TEMPO/Imam Sukamto

    Tersangka mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera, yang juga keponakan terdakwa Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi, seusai menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, Senin, 2 April 2018. Irvanto Hendra Pambudi, diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Made Oka Masagung, terkait kasus tindak pidana korupsi e-KTP. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, dalam kasus korupsi e-KTP. Mantan Direktur Utama PT Murakabi Sejahtera itu diperiksa sebagai saksi untuk Made Oka Masagung.

    "Diperiksa sebagai saksi untk MOM (Made Oka Masangung)," ungkap juru bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa 4 April 2018.

    Baca: Keponakan Setya Novanto Diduga Jadi Perantara Suap E-KTP

    Mengenakan rompi oranye, Irvanto tiba di Gedung Merah Putih KPK pukul 09.20 WIB. Keponakan Setya yang sudah ditetapkan sebagai tersangka korupsi e-KTP dan ditahan sejak 28 Februari Februari 2018 itu langsung memasuki gedung KPK tanpa memberikan keterangan kepada media.

    Made Oka juga telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi e-KTP pada Rabu, 28 Februari 2018. Ia diduga berperan sebagai perantara uang korupsi proyek e-KTP untuk Setya Novanto.

    Made Oka diduga memberikan uang itu melalui dua perusahaannya, yakni PT Delta Energy dan OEM Investment yang berbasis di Singapura. Kedua perusahaan itu diduga menampung lebih dulu uang senilai 3,8 juta dolar AS sebelum diserahkan kepada Setya. Uang tersebut merupakan sebagian dari uang senilai US$ 7,3 juta yang disangka menjadi jatah fee untuk Setya atas perannya dalam skandal e-KTP.

    Baca: Keponakan Setya Novanto Disebut Terima US$ 3,5 Juta dari Biomorf

    Irvanto diduga sejak awal mengikuti proses pengadaan e-KTP dengan perusahaannya PT Murakabi Sejahtera. Keponakan Setya Novanto itu juga diduga ikut beberapa kali pertemuan di ruko Fatmawati bersama tim penyedia barang proyek e-KTP.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.