Alasan Kiai NU Menyodorkan Muhaimin Iskandar Jadi Cawapres Jokowi

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar  menaiki vespa saat menghadiri pelatihan kepemimpinan dan wirausaha di Ponpes Riyadul Ulum Wada'wah, Condong, Tasikmalaya, Jawa Barat, 19 Maret 2018. Dalam safari politiknya tersebut, Muhaimin Iskandar yang akrab dipanggil Cak Imin menyampaikan mandat partai sebagai calon wakil presiden 2019. Instagram.com

    Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar menaiki vespa saat menghadiri pelatihan kepemimpinan dan wirausaha di Ponpes Riyadul Ulum Wada'wah, Condong, Tasikmalaya, Jawa Barat, 19 Maret 2018. Dalam safari politiknya tersebut, Muhaimin Iskandar yang akrab dipanggil Cak Imin menyampaikan mandat partai sebagai calon wakil presiden 2019. Instagram.com

    TEMPO.CO, Kediri – Sejumlah ulama Nahdlatul Ulama Jawa Timur mendukung Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden Joko Widodo atau cawapres Jokowi.  Deklarasi dukungan pada Muhaimin digelar di Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat, Sidoarjo, Sabtu pekan lalu.

    “Kami bersepakat mendukung Cak Imin (Muhaimin Iskandar) untuk menjadi wakil presiden,” kata KH Anwar Iskandar, salah seorang yang hadir pada deklarasi itu kepada Tempo, Senin 2 April 2018.

    Baca: Kiai NU se-Yogya Deklarasikan Muhaimin Iskandar Jadi Cawapres

    Pengasuh Pondok Pesantren Al Amin Ngasinan, Kediri ini menuturkan dari beberapa nama yang masuk dalam pembahasan kiai, Muhaimin paling banyak mendapat dukungan. Muhaimin, ujar Anwar, juga satu-satunya kandidat yang sudah direstui oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. “Kenapa Muhaimin, ya karena dia yang disetujui Said Aqil (Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj),” kata Anwar.

    Restu Said Aqil inilah, ujar Anwar, yang membuat kiai memutuskan menyokong Muhaimin dibanding nama lain. Sebelumnya sempat berhembus beberapa nama yang masuk dalam pembahasan kiai, antara lain Mahfud Md, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Gatot Nurmantyo, dan Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi.

    Simak: PBNU Berharap Nahdliyin Memilih Muhaimin Iskandar

    Meski demikian, menurut Anwar, keputusan kai itu belum dikomunikasikan dengan Jokowi dan tingkat elite partai lain. Tugas itu diserahkan kepada Said Aqil. Anwar berpendapat koalisi hijau merah atau koalisi semangka ini strategis untuk menjawab tantangan bangsa menjaga keutuhan NKRI.

    Di tingkat lokal, koalisi semangka antara PDI Perjuangan dan NU juga diwujudkan dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur dan Jawa Tengah. “Jika kelompok nasionalis dan agamis bersatu, keutuhan NKRI akan terjamin,” kata Kiai Anwar.

    Lihat: Pengamat: Pilpres Bakal Menarik jika Prabowo Gandeng Muhaimin

    Sehari kemudian, Ahad, 1 April 2018, ratusan Kiai  dan ulama NU se wilaya Yogyakarta mendeklarasikan dukungan mereka untuk Muhaimin sebagai cawapres 2019 di Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak, Kabupaten Bantul. Muhaimin yang hadir dalam acara itu menerima simbolis dokumen pernyataan sikap kyai dan ulama NU dari wilayah DIY.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.