Didukung Ulama NTB Jadi Cawapres, Muhaimin: Ini Amanah Kiai

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar turut hadir pada konggres GP Ansor ke-15 di Pondok Pesantren Pandananaran, Sleman, Yogyakarta, 26 November 2015. Ribuan anggota GP Ansor seluruh Indonesia hadir meramaikan konggres. TEMPO/Pius Erlangga

    Ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar turut hadir pada konggres GP Ansor ke-15 di Pondok Pesantren Pandananaran, Sleman, Yogyakarta, 26 November 2015. Ribuan anggota GP Ansor seluruh Indonesia hadir meramaikan konggres. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Mataram - Para kiai Nahdlatul Ulama, tuan guru serta pengasuh pondok pesantren se-Nusa Tenggara Barat menyampaikan dukungan kepada Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar untuk menjadi calon wakil presiden dalam pilpres 2019. Dukungan tersebut disampaikan langsung kepada Muhaimin di Pondok Pesantren Al Manshuriyah Ta'libusshiyah di Dusun Sangkong Desa Bonder Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah.

    Dalam deklarasi dukungan itu, para kiai memberikan tugas dan mandat kepada Muhaimin Iskandar menjadi cawapres untuk memperjuangkan aspirasi umat Islam agar ahlussunnah wal jamaah tegak di republik ini. "Tak lain agar sebagai wakil presiden nanti aspirasi umat Islam betul-betul terwakili di republik ini," kata Syuriah PCNU Lombok Tengah, Tuan Guru Haji Maarif Makmun Diranse yang membacakan pernyataan dukungan pada Senin, 2 April 2018.

    Baca: Sowan ke Buya Syafii, Muhaimin Iskandar: Saya Banyak Dimarahi

    Mandat itu juga berisikan amanah agar Muhaimin memperjuangkan upaya penyatuan umat Islam. Bukan hanya dari kalangan NU, namun juga merangkul seluruh aliran dan pandangan.

    Muhaimin pun menanggapi dukungan tersebut sebagai sebuah amanah. "Ini amanah para kiyai. Bukan soal ambisius pribadi saya," kata dia.

    Menurut Muhaimin, keinginannya untuk maju sebagai calon wakil presiden adalah bagian kehendak dari para ulama yang disebutnya rindu kadernya menjadi pemimpin nasional. "Ini fardu kifayah. Wajib dilakukan perintah kiai," ujarnya.

    Baca: PBNU Berharap Nahdliyin Memilih Muhaimin Iskandar

    Dengan menyebut dirinya sebagai politikus yang dibesarkan oleh para kiai, Muhaimin mengaku merasa senang membawa amanat tersebut.

    Mengenai komunikasi politiknya, Muhaimin mengaku telah berkomunikasi intensif dengan Joko Widodo atau Jokowi yang telah dideklarasikan oleh lima partai untuk menjadi calon presiden 2019. Namun, ia juga mengaku berbicara dengan siapa saja selain dengan Jokowi sambil melihat perkembangan dinamika politik.

    Muhaimin Iskandar sebelumnya telah mendapat dukungan dari kiai NU di Jawa Timur dan Yogyakarta untuk menjadi cawapres pada ilpres 2019. Ia juga mendapat dukungan dari forum kiai Depok-Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.