Doa Maruf Amin untuk Jokowi: Tetap Tegar, dan Tak Terprovokasi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Ketua MUI KH Maruf Amin (kanan), Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah), Ketua Dewan Komisioner OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Wimboh Santoso (kedua kanan) serta Donatur Bank Wakaf Datuk Sri Tahir (kiri) berdialog dengan para calon nasabah saat Peluncuran Bank Wakaf Mikro Tanara di Serang, Banten, 14 Maret 2018. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

    Presiden Joko Widodo didampingi Ketua MUI KH Maruf Amin (kanan), Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah), Ketua Dewan Komisioner OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Wimboh Santoso (kedua kanan) serta Donatur Bank Wakaf Datuk Sri Tahir (kiri) berdialog dengan para calon nasabah saat Peluncuran Bank Wakaf Mikro Tanara di Serang, Banten, 14 Maret 2018. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia Maruf Amin turut mendoakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk pemilihan umum 2019. Jokowi sudah resmi diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sebagai calon presiden 2019.

    Dalam doanya, Maruf meminta agar Jokowi tetap tegar. "Tetap bekerja terus, membangun dan optimis. Dan tidak terprovokasi oleh isu macam-macam," kata Maruf di Kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 2 April 2018.

    Maruf menyarankan agar Jokowi juga tetap berpegang teguh dan berjalan pada khittahnya atau garis besar perjuangan.

    Baca juga: Ada Foto Dampingi Aidit Pidato, Jokowi: Ini Sudah Kebangetan

    Sejumlah isu yang kerap didapat Jokowi adalah tentang dirinya keturunan Partai Komunis Indonesia. Bahkan seseorang bernama Bambang Tri Mulyono, pernah menulis buku 'Jokowi Undercover' yang isinya menuduh Jokowi keturunan PKI. Bambang akhirnya ditangkap polisi dan divonis hukuman 3 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Blora, Jawa Tengah.

    Jokowi juga pernah mengungkapkan kekesalannya karena kerap dituduh sebagai keturunan atau anggota Partai Komunis Indonesia (PKI). Di tengah acara pembagian sertifikat tanah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jokowi membantah tudingan tersebut.

    Mantan Wali Kota Solo itu menyebut tuduhan ia PKI tersebut adalah fitnah yang tak logis. "PKI itu bubar 1965, saya lahir 1961. Artinya umur saya baru 3-4 tahun. Masa ada PKI balita," kata Jokowi di Sentul, Bogor pada Selasa, 6 Maret 2018.

    Jokowi mengatakan merasa serba salah menyikapi tudingan dirinya PKI yang tersebar di media sosial. Sebab, ia sering mengingatkan agar publik tidak mudah percaya isu itu. "Ada loh orang yang percaya. Coba logikanya enggak masuk kan? Masih ada yang percaya juga," kata Jokowi.

    Baca juga: Polisi Bawa Penghina Jokowi Melalui Video Viral Jalani Tes Urine

    Menurut dia, fitnah seperti itu sering muncul dan menyerang siapapun jelang pemilihan kepala daerah atau pemilihan presiden. Jokowi meminta masyarakat tidak terpengaruh sehingga antarsesama tidak saling mencela.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.