Mendikbud: Kebocoran Soal UNBK Sulit Terjadi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, melihat daftar peserta ujian saat meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN 29 Jakarta, 2 April 2018. TEMPO/TOpan Rengganis

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, melihat daftar peserta ujian saat meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN 29 Jakarta, 2 April 2018. TEMPO/TOpan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy memastikan pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) sulit terjadi kebocoran soal. Alasannya, setiap siswa yang melaksanakan ujian berbasis komputer akan mendapatkan soal berbeda.

    "Mudah-mudahan tidak bisa bocor, karena secara teknis dari Kemendikbud sudah mengunci beberapa bagian yang punya peluang untuk bisa terjadinya kebocoran itu," kata Muhadjir di Jakarta pada Senin, 2 April 2018.

    Baca: Mendikbud Tinjau Pelaksanaan UNBK di Dua SMK Negeri Jakarta

    Karena setiap peserta mendapatkan soal berbeda, kata Muhadjir, siswa sulit untuk bekerja sama atau membocorkan kunci jawabannya. Seandainya bocor, menurut dia, kemungkinan hanya satu saja dan itu sangat luar biasa kalau sampai terjadi.

    Apalagi, kata Muhadjir, soal ujian baru bisa dibuka beberapa menit sebelum ujian dilaksanakan. "Dan hanya oleh siswa yang sudah berada di depan komputer itu, yang bisa membuka soalnya," ujarnya.

    Muhadjir juga mengatakan beberapa bagian yang dicurigai menjadi celah untuk melakukan penyimpangan sudah ditutup rapat. Namun, yang berbasis kertas memang mempunyai kerawanan yang lebih tinggi daripada menggunakan komputer.

    Baca: Pelaksanaan UNBK Tingkat SMA-SMK Ditargetkan 100 Persen di 2019

    Untuk mengurangi kecurangan dan kendala dalam pelaksanaan ujian nasional kertas dan pensil (UNKP), Kemendikbud sudah meninggalkan kebiasaan mengirim soal dalam waktu yang mepet dengan waktu ujian. "Kami minta dikirim satu bulan sebelum ujian dilaksanakan, soal sudah berada di lokasi. Dan mendapatkan pengamanan aparat," ujarnya.

    Tujuannya, kata dia, agar saat ujian dilaksanakan tidak ada kasus seperti soal tertukar, tidak cukup, bahkan masih dalam perjalanan saat ujian mau berlangsung. "Masalah itu yang sudah bisa diatasi dengan sistem ini," ujarnya.

    Jumlah peserta UN 2018 naik dari 7,7 juta peserta pada 2017 menjadi 8,1 juta peserta. Dari jumlah itu, 78 persen telah melaksanakan UNBK. Pelaksanaan UN akan dimulai dari SMK, yang akan diselenggarakan pada 2-5 April. Selanjutnya, UN bagi SMA/MA pada 9-12 April dan UN susulan SMK/SMA/MA pada 17-18 April. Untuk tingkat SMP/MTs, UNBK akan diselenggarakan pada 23-26 April dan ujian susulannya pada 8-9 Mei.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.