Relawan Siap Konvoi hingga Dialog Subuh Mendukung Gatot Nurmantyo

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, saat melakukan diskusi di kantor Tempo, Jakarta, 27 Maret 2018. TEMPO/Fajar Januarta

    Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, saat melakukan diskusi di kantor Tempo, Jakarta, 27 Maret 2018. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Relawan Selendang Putih Nusantara Rama Yumatha mengatakan timnya telah menyiapkan beberapa agenda untuk mensosialisasikan Gatot Nurmantyo menjadi calon presiden 2019.

    Rencana yang disiapkan antara lain melakukan konvoi motor keliling tingkat daerah kota dan kabupaten. "Sekitar 100 motor akan dikerahkan, kami mau konvoi keliling," ujar Rama kepada Tempo, Senin, 2 April 2018.

    Baca juga: Relawan Sebar Spanduk Gatot Nurmantyo Maju Pilpres 2019

    Tak hanya itu, mereka juga berencana menggelar konser musik, karnaval di daerah, hingga dialog salat subuh di masjid-masjid. Namun, Rama belum memaparkan jadwal dari kegiatan sosialisasi yang dirancangnya itu. "Kami lagi mapping, mungkin nanti setelah bertemu Pak Gatot, tanggal 8-9 April nanti," kata dia.

    Selepas pensiunnya Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia itu pada 31 Maret 2018, kata Rama, relawan langsung bergerak melakukan sosialisasi untuk memperkenalkan Gatot Nurmantyo. Diantaranya adalah memasang spanduk di sejumlah titik di Jakarta.

    Baca juga: Menanti Gebrakan Gatot Nurmantyo Setelah Pensiun

    "Begitu beliau pensiun, kami langsung memasang sekitar 50 spanduk yang disebar di berbagai titik di Jakarta," ujar Rama. Ia menuturkan pemasangan 50 lembar spanduk itu adalah pemanasan awal paska pensiunnya Gatot.

    Dia berujar, sampai saat ini belum berdiskusi lebih jauh dengan Gatot ihwal pergerakannya menjelang pilpres mendatang, lantaran bekas Kepala Staf Angkatan Darat itu kini masih berlibur bersama keluarganya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.